Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Tenggorokan kerap terasa nyeri? Mungkin Sahabat Dream langsung beranggapan hal tersebut disebabkan gangguan medis, seperti paparan virus atau minuman yang terlalu dingin dan menyebabkan flu.
Bisa saja tebakan kamu benar. Tapi sebaiknya kamu perlu curiga jika tenggorokan seringkali sakit padahal kondisi tubuh baik-baik saja.
Ternyata tenggorokan sakit juga bisa dipicu masalah emosi. Salah satunya akibat memendam sesuatu yang harus dikatakan.
" Kalau orang suka batuk, suka sariawan, itu karena seseorang punya masalah di ekspresi. Jadi kalau orang tidak suka ngomong atau malu untuk membicarakan perasaannya, biasanya banyak isu di tenggorokan. Entah batuk-batuklah, atau tenggorokan," kata praktisi meditasi The Golden Space Indonesia, Bagia Arif Saputra kepada Health Liputan6.com.
Bagia mengatakan, ketika masalah tersebut dipendam dan menimbulkan emosi negatif, ada masalah yang bisa ditimbulkan. Baik bagi orang lain, maupun diri sendiri.
" Ada dua kemungkinan kalau emosi tidak terselesaikan. Meledak ke luar atau meledak ke dalam," ujar Bagia.
Ia juga mengungkap saat emosi meledak ke luar, orang tersebut akan sering marah-marah kepada orang lain. Bahkan, tidak jarang mereka bisa melakukan kekerasan atau perbuatan kriminal.
" Seperti kita lihat di berita ada orang 'gelap mata' seperti kerasukan. Sebenarnya bukan. Itu adalah emosi yang meluap ada pemantiknya dan seperti bom meledak," ujar Bagia.
Jika hal itu tidak terjadi, akan ada ledakan emosi ke dalam tubuh. Salah satunyan menimbulkan penyakit.
" Jadi kalau permasalahan tidak dibereskan hanya ada dua kemungkinan. Antara kita punya masalah dengan orang lain, atau kitanya yang bermasalah," ungkap Bagia.
(Sah, Sumber: Giovani Dio/ Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang