Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Penyakit katarak telah menjangkiti sekitar satu juta orang di Indonesia. Kondisi ini membuat penderitanya mengalami gangguan penglihatan hingga buta.
Salah satu penyebab tingginya angka pasien katarak di Indonesia adalah karena negara ini berada di garis ekuator sehingga tersorot sinar matahari. Paparan sinar utraviolet memicu munculnya katarak lebih cepat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), Muhamad Sidik. " Dicurigai sinar UV B bisa mempercepat timbul katarak," kata Sidik, dikutip dari Liputan6.com.
Sidik juga menjelaskan, penyebab katarak lainnya adalah penyakit diabetes melitus. " Orang kencing manis kalau kadar gula meningkat, juga bisa menimbulkan katarak dengan cepat," ungkapnya.
Untuk mengatasi katarak satu-satunya cara adalah melalui operasi. Tak ada pengobatan lain yang bisa menghilangkannya.
" Operasi katarak adalah operasi paling efektif, paling efisien, paling menimbulkan benefit paling tinggi daripada tindakan prosedur lainnya, sehingga orang yang tadinya tidak produktif jadi produktif lagi," ungkap Sidik.
Saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama bersama Komisi Mata Nasional (Komatnas) dan stakeholder lain sudah menyusun satu peta jalan penanggulangan gangguan penglihatan di Indonesia.
Peta jalan tersebut telah diadopsi oleh Organisasi Internasional Pencegahan Kebutaan (IAPB) untuk dijadikan contoh bagi negara lain.
" Peta jalan ini kalau memperlihatkan bagaimana strategi mengatasi gangguan penglihatan yang dimulai dari tingkat Posbindu, fasilitas kesehatan Primer, dan RS tipe C sampai A," jelas Sidik.
Sumber: Benekdita Desideria/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang