6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Hidup Sehat (Foto: Shutterstock)
Dream - Menjalani pola hidup sehat memang banyak godaannya. Makanan nikmat kaya lemak, bersantai seharian di rumah, ajakan teman untuk nongkrong hingga larut malam dan masih banyak lagi.
Agar lebih fokus dan mudah menjalani hidup sehat menurut Vera Itabiliana, psikolog dari Universitas Indonesia, tentukan dulu tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, ingin menurunkan berat badan, membuat kulit jadi lebih mulus, perut lebih ramping. Cari tujuan yang spesifik dan fokus.
" Biasanya, kebiasaan itu terbentuk karena adanya tujuan, value, pengulangan dan reward. Jadi, seseorang ingin melakukannya lagi," ujar Vera di Multivision Tower, Jakarta Selatan, Kamis 28 Februari 2019.
Dengan tujuan jelas dan dilakukan secara rutin, tubuh akan terasa nyaman pada kebiasaan tersebut. Sahabat Dream pun jadi lebih mudah dan termotivasi untuk menjalaninya.
" Memang butuh waktu untuk membuat kita beradaptasi secara fisik dan psikis. Tetapkan tujuan yang jelas beserta target waktu dan target pencapaiannya," tegas Vera.
Setelah itu cari pola yang sesuai dengan kemampuan diri. Contohnya, jangan langsung olahraga intensif pagi sore dibarengi dengan diet ketat. Tubuh perlu adapatasi, begitu juga psikis kamu.
" Jika belum bisa maupun terbiasa untuk berolahraga dalam waktu yang lama, buat batas waktu. Kalau 30 menit enggak bisa, coba mulai dari 10 menit, lalu dikembangkan. Pokoknya, harus realistis," ungkapnya.
Ketahui juga kelemahan diri. Misalnya tak kuat menahan godaan. Jika demikian, cukup cicipi sedikit makanan yang tak sehat kemudian kembali lagi pada pola makan yang benar.
Intinya, jangan langsung berubah drastis, mulailah dari hal-hal kecil. Tapi jadikan hal itu kebiasaan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
