Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Pekan ini menjadi momen masyarakat untuk berlibur panjang. Meski begitu, diperlukan pengawasan ketat ketika berlibur di tengah pandemi.
Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, MSc mengimbau masyarakat yang hendak berlibur agar tetap memperhatikan protokol kesehatan.
" Jumlah provinsi dan kabupaten yang zona merah sudah banyak berkurang, tapi bukan berarti kita tidak menaati protokol. Hindari pergi ke tempat zona merah, tentukan tempat wisata yang berada di zona hijau," tutur Tri Yunis dalam sesi bincang 'Imun Kuat Libur Panjang Aman' di YouTube BNPB Indonesia.
Selalu gunakan pencegahan ekstra seperti memakai masker, selalu menjaga jarak dan rutin mencuci tangan. Jika terpaksa pergi ke zona merah, sangat dianjurkan untuk memakai face shield.
" Untuk mencari tahu zona aman atau tidaknya bisa dilihat di situs satgas nasional atau kalau tidak, bisa ditanya ke orang yang lebih tahu," ujarnya.
Selain itu, Tri mengimbau masyarakat untuk memilih tempat liburan di area terbuka dan luas. Sebab penyebaran virus di area terbuka jauh lebih minim dibandingkan di ruang tertutup.
" Dengan berada di tempat terbuka, kita lebih bisa menjaga jarak. Kalau di tempat tertutup belum tentu terkena sinar mtahari. Sementara di ruang terbuka, selalu ada angin yang membawa virus pergi ke tempat lain," jelasnya.

Pemerintah telah menganjurkan untuk tetap berada di rumah selama berakhir pekan ketika pandemi. Namun jika terpaksa, masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan.
" Berlibur boleh, tapi ingat protokol kesehatan. Jangan berkerumun lebih dari 20 orang, batasi 5-10 orang agar lebih aman," tegasnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya