Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Rupanya tak cuma plastik yang menumpuk menjadi sampah akibat aktivitas sehari-hari manusia. Tanpa disadari kita juga sering membuang sampah tekstil hasil dari kegiatan produksi pakaian.
Melihat fenomena tersebut, Sejauh Mata Memandang (SMM) membuat inisiatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi sampah tekstil.
Dalam pameran dengan tajuk 'Bumi Rumah Kita' yang didukung Wardah & Taco, dan berkerja sama dengan Senayan City, SMM melibatkan masyarakat untuk bersama-sama mengubah perilaku, menciptakan ekosistem, dan menjadi komunitas yang ramah lingkungan berdasarkan 4 prinsip yaitu, kurangi, gunakan kembali, daur ulang, dan terbarukan.
Pameran tersebut digelar di Senayan City Lantai 1, Jakarta Pusat sejak 29 April sampai 1 Agustus 2021 mendatang.
Hingga saat ini, topik mengenai permasalahan sampah rasanya masih relevan untuk diperbincangkan, melihat penimbunan sampah akan terus meningkat seiring pertambahan penduduk Indonesia dan pola konsumsi yang tidak benar.
“Perhatian khusus yang memicu Sejauh Mata Memandang untuk terus berkarya, salah satunya adalah fakta menyedihkan mengenai keadaan bumi yang kini darurat sampah, khususnya Indonesia dengan timbunan sampah per tahun yang mencapai 13 juta ton," ungkap Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif SMM dalam Konferensi Press Virtual, Kamis, 6 Mei 2021.
"Ditambah lagi, dari banyaknya timbunan sampah setiap tahunnya, sebesar 46% sampah ternyata masih tidak terkelola. Oleh karena itu, kami secara konsisten menggelar berbagai inisiatif yang memungkinkan setiap orang untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sekaligus dapat menyelamatkan bumi," jelasnya.

Pameran 'Bumi Rumah Kita' merupakan implikasi tekad SMM untuk berkontribusi dalam membuat dunia lebih ramah lingkungan.
Sebagai bentuk aksi lindungi bumi secara langsung, selama pameran, SMM menyediakan area dropbox, di mana para pengunjung dapat memasukan sampah seperti styrofoam, kantong plastik, bubble wrap, botol plastik (pet), dan sachet.

Selain itu, sampah kertas bekas (majalah,koran, buku, kardus), kemasan kaleng, makanan kaleng, alumunium, sampah produk kecantikan, dan sampah tekstil ini nantinya dilakukan upcycle dan recycle.
Jaclyn Halim, GM Leasing & Marketing Communications Senayan City mengatakan, “Senayan City senang dapat kembali berkolaborasi dengan Sejauh Mata Memandang. Program yang diadakan Sejauh Mata Memandang dalam Pameran Bumi Rumah Kita sejalan dengan #SCCONSCIOUS, sebuah kampanye yang dijalankan Senayan City untuk terus mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan melalui gaya hidup yang lebih baik."
"Secara konsisten, Senayan City telah mengimbau untuk pengunjung mengurangi penggunaan plastik dengan membawa shopping bag ketika berbelanja. Karena sekecil apapun aksi kita, pasti akan ada perubahan lebih baik di kemudian hari,” tambah Jaclyn.
Pada pameran ini, SMM juga berkolaborasi dengan generasi muda Indonesia untuk menciptakan inovasi dari pengolahan sampah, antara lain:
Daur ulang sampah tekstil sebagai hasil limbah industri fesyen menjadi perhatian khusus bagi SMM.
“Sebagai label mode kami memiliki perhatian penuh terhadap lingkungan. Setiap pembelian satu baju dari SMM, konsumen telah berkontribusi membantu menyelamatkan lingkungan dengan ikut menanam 1 pohon di Hutan Lindung Leuser, Aceh,” ujar Chitra.

Koleksi Daur meliputi jenis produk yang cukup beragam, seperti selop, tas serbaguna, bantal, masker kain, topi, dan koleksi pakaian daur.
Selain itu, SMM juga menghadirkan Bingkisan Hari Raya yang meliputi Bingkisan Raya, Bingkisan Fitri, dan Sayang Sandang Sayang Alam.
Setiap bingkisannya juga mengajak pecinta Sejauh untuk semakin bijak dalam mengkonsumsi produk, khususnya produk fesyen berkelanjutan yang diharapkan juga dapat mengurangi limbah tekstil.
“Cita-cita SMM dalam membuat bumi pulih perlahan dari darurat sampah, akan terus kami perjuangkan. Melalui konsep fesyen berkelanjutan yang kami jalankan, kami juga tak henti mengajak masyarakat untuk mulai menggunakan produk-produk ramah lingkungan dan membuka langkah awal konsumen Indonesia untuk memulai gaya hidup berkelanjutan,” tutup Chitra.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
