Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Tumbler
DREAM.CO.ID - Coba tengok sekeliling kamu, menenteng tumbler baik yang ukuran kecil maupun sangat besar saat ini sudah jadi hal biasa. Ada yang menaruhnya di tas, atau jika ukurannya besar dan terdapat holder, tinggal ditenteng saja.
Apalagi model tumbler kini pilihannya sangat banyak, warna-warnanya pun menarik, malah bagi kaum hawa menenteng tumbler ini bisa jadi bagian dari " statement look" . Bahkan pada beberapa orang menenteng tumbler ini juga lebih menunjukkan ajang gengsi.
Tentu saja karena bermunculan brand-brand tumbler high end, berdesain keren, viral, yang harganya ratusan ribu hingga jutaan, seperti Stanley dan Corkcircle. Untuk mendapatkan tumbler seri tertentu pun tak mudah, harus membelinya di luar negeri dengan jasa titip.
Fungsi utama tumbler tentu saja sebagai botol air minum, agar kita mudah untuk membawa air ke mana saja, sehingga kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan optimal. Menenteng tumbler kini memang jadi tren dan banyak disukai oleh Gen Z maupun kaum milenial.
Efek dari tren tumbler ini sebenarnya cukup positif. Dalam hal kesehatan, kita jadi lebih rajin minum air putih. Tren ini juga secara tidak langsung berdampak pada lingkungan. Salah satunya karena membuat orang jadi jarang membeli air minum kemasan plastik sekali pakai.
Kita setiap hari pasti butuh minum, dan saat pergi ke mana pun selalu tersedia penjual minuman botol kemasan yang harganya sangat terjangkau. Terus menerus membeli minuman botol kemasan plastik, pastinya akan menyumbang sampah plastik dengan jumlah yang signifikan. Adanya tren tumbler ini bisa meredam hal tersebut.
Seperti beberapa penelitian di Indonesia yang dipublikasi di UGM.ac.id, yang menunjukkan penggunaan tumbler ini bukan sekadar tren gaya hidup saja, tapi juga pilihan untuk lebih bijak dalam hal menjaga lingkungan.

Dalam sebuah studi di Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali pada 2025, di kota Denpasar menunjukkan bahwa setelah siswa mulai rutin menggunakan tumbler, konsumsi botol air plastik mereka turun secara drastis. Semula dari rata-rata 2.618 botol per siswa per minggu menjadi hanya sekitar 1 botol per minggu. Analisis menunjukkan korelasi negatif moderat antara frekuensi penggunaan tumbler dan konsumsi botol plastik; setiap peningkatan penggunaan tumbler terkait dengan pengurangan 0,69 botol plastik per minggu.
Lalu penelitian lainnya di Universitas Negeri Jakarta pada 2025 mengungkap di kalangan generasi muda penggunaan tumbler tidak hanya dilihat sebagai alat praktis, tetapi juga sebagai bagian dari identitas konsumen yang peduli lingkungan. Penelitian konseptual menunjukkan bahwa tumbler dapat mendukung konsumsi dan produksi berkelanjutan, serta mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya target yang berkaitan dengan konsumsi dan produksi bertanggung jawab.
Perlu kamu ketahui kalau sampah plastik masuk tiga sampah yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Meta-analisis yang dibuat tim peneliti dari Universitas Brawijaya pada 2025 yang menggabungkan 44 publikasi, 68 lokasi lapangan, dan 328 lokasi penelitian di 19 provinsi Indonesia menemukan bahwa kantong plastik, kemasan makanan plastik, dan botol plastik merupakan tiga jenis sampah plastik yang paling sering ditemukan. Botol plastik masuk tiga besar pada 40% lokasi penelitian yang dianalisis.

Jumlah sampah botol plastik tersebut tentunya harus dikendalikan dan dikurangi. Jika dibiarkan terus menerus akan bertambah secara signifikan dan bisa melebur menjadi mikroplstik yang mencemari lingkungan. Penggunaan tumbler ini bisa jadi cara untuk mengurangi limbah botol plastik yang saat ini sudah sangat mencemari lingkungan.
Satu hal yang juga harus diingat, penggunaan tumbler ini dilakukan juga konsisten dan bijak. Pilih botol-botol yang juga materialnya aman bagi lingkungan dan tahan lama sehingga bisa digunakan jangka panjang.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
