Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Dream - Sebuah majalah pria Jerman menggunakan tinta dari darah yang terinfeksi virus HIV positif untuk mencetak 3.000 eksemplar edisi terbaru mereka.
Dilansir nydailynews.com, Sabtu 2 Mei 2015, Saatchi & Saatchi Swiss, perusahaan PR yang memimpin kampanye tersebut menjelaskan, majalah Vangardist menggunakan darah yang disumbangkan oleh tiga orang penderita AIDS dalam upaya untuk memerangi HIV.
" Dengan proyek yang unik ini, kami ingin menyatakan bahwa dalam sekejab media bisa berubah menjadi akar dari stigma itu sendiri. Kami mencetak setiap kata, baris, gambar dan halaman majalah dengan darah dari orang dengan virus HIV," kata Jason Romeyko, direktur eksekutif Saatchi.
" Dengan memegang majalah itu, pembaca ikut melanggar tabu."
Majalah ini akan dirilis hanya beberapa minggu sebelum penyelenggaraan acara amal AIDS terbesar di dunia, Life Ball, di Wina, Austria.
Majalah ini adalah 100 persen aman dan tidak membawa risiko menginfeksi karena dibuat sesuai dengan pedoman produksi yang ditetapkan oleh Harvard dan Universitas Innsbruck.
Julian Wiehl, CEO Majalah Vangardist, mengatakan sebanyak 80 persen lebih orang dikonfirmasi terinfeksi HIV yang tercatat pada tahun 2013 dari 10 tahun sebelumnya.
Dan diperkirakan 50 persen kasus HIV yang terdeteksi terlambat ditangani karena kurangnya pengujian yang disebabkan oleh stigma sosial yang terkait dengan virus.
" Maka kami ingin fokus pada bukan hanya editorial tetapi juga dari sudut pandang komunikasi yang lebih luas terkait stigma yang melekat pada orang dengan virus HIV positif," tegasnya.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya