Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Makan Nasi/ Foto: Shutterstock
Dream - Nasi bagi masyarakat Indonesia merupakan makanan pokok yang pastinya kita santap sehari-hari. Kadang diolah menjadi bentuk yang berbeda seperti lonting, bubur, nasi goreng, nasi bakar atau menu lainnya yang bahan utamanya tetap nasi.
Rasa nasi paling nikmat adalah ketika baru saja matang. Teksturnya lembut dan rasanya manis. Nasi hangat memang jadi favorit banyak orang, tapi bagi Sahabat Dream yang ingin menurunkan berat badan atau menjaga level gula darah, sebaiknya dihindari.

Pooja Makhija, seorang ahli gizi, menjelaskan bahwa nasi sudah berumur sehari lebih sehat untuk dikonsumsi. Ini dibandingkan dengan nasi yang hangat yang baru saja matang.
Mengapa? Ia menjelaskan dalam sebuah video, kalau banyak penelitian telah membuktikan bahwa pendinginan nasi menyebabkan proses yang dikenal sebagai retrogradasi pati.
Proses tersebut mengubah pati (digestible starch) menjadi pati resisten. Sederhananya, ketika seseorang memasak makanan berpati tinggi seperti nasi atau kentang dan mendinginkannya, maka mengubah digestible starch menjadi pati resisten.

Digestible starch adalah pati yang akan dipecah oleh tubuh kita. Saat mengonsumsinya, bisa membuat kadar gula darah kita meningkat. Sementara pada nasi yang berumur sehari dan mengandung pati resisten, efeknya lebih sehat.
"Nasi tersebut mengandung probiotik yang sangat baik bagi kesehatan usus dan tidak meningkatkan gula darah," kata Pooja.
Jadi bagi kamu yang ingin menjaga level gula darah tetap stabil dan usus selalu sehat, direkomendasikan makan nasi yang berumur sehari. Biar tak basi, bisa menyimpannya di kulkas atau mengolahnya menjadi menu nasi goreng.
Sumber: FoodNdtv
Dream - Menikah memang seperti menyatukan dua budaya, apalagi jika suami istri beda negara. Seperti pemilik akun Instagram @naysimie, seorang perempuan asal Medan Indonesia yang menikah dengan pria Jerman.
Sebagai orang Indonesia, Nay terbiasa mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Sementara, suaminya yang berkewarganegaraan Jerman, makanan pokoknya adalah roti.
Rupanya, Nay "menularkan" kebiasaannya makan nasi pada sang suami. Tak hanya itu, suaminya juga kini sangat andal masak nasi. Sebuah video diunggahnya di Instagram memperlihatkan kemampuan suaminya masak nasi menggunakan rice cooker.

Mulai dari mengambil takaran beras, mencuci, kemudian mengukur air menggunakan jari. Pria Jerman tersebut begitu jago masak nasi setelah menikah dengan Nay selama 5 tahun.

Komentar pun menanggapi video tersebut dengan kocak. "ngakak kak buat ukur air beras pake ruas jari...😂 Gak di dindo gak di LN sm aja ukurannya 'ruas jari'. Salam kenal kakak," tulis salah satu akun.
"Suami suka makan nasi kak? Expert sdh masak nasi kek disini pake jurus ukur jari," komentar lainnya.
"Hahahahah dr cupu jadi suhu, ukuran sejari itu sampe sekarang jadi misteri.. kok selalu pas masaknya," ungkap netizen.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'