Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Mengenal PCR Kumur, Efektifkah Mendeteksi Covid-19?

Reporter : Putu Monik Arindasari
Rabu, 7 Juli 2021 14:36
Mengenal PCR Kumur, Efektifkah Mendeteksi Covid-19?
Kini muncul metode baru untuk mendeteksi infeksi virus ini, yaitu PCR kumur (gargle PCR).

Dream - Meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia membuat masyarakat harus lebih waspada. Selain menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, pelaksanaan tes Covid-19 pun sangat dianjurkan bagi siapa saja yang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi atau menunjukkan gejala penyakit ini.

Selama ini, swab antigen dan PCR menjadi metode tes Covid-29 yang biasanya dilakukan. Kedua tes ini dilakukan dengan mengambil lendir dalam hidung atau tenggorokan. Namun kini, muncul metode baru untuk mendeteksi infeksi virus ini, yaitu PCR kumur (gargle PCR).

Metode pemeriksaan Covid-19 lewat berkumur ini diklaim lebih praktis dan dapat memberi hasil yang tak kalah akurat dari metode lainnya. Benarkah begitu? Simak ulasan mengenai PCR kumur dii bawah ini.

1 dari 4 halaman

Apa itu PCR kumur?

Menurut dr. Karlina Lestari, PCR kumur adalah metode baru dalam mendeteksi Covid-19. Metode ini dikembangkan oleh National Environmental Engineering Research and Institute (NEERI) yang berbasis di India.

“ Dalam PCR kumur, Anda akan diberikan larutan garam atau saline (air asin) untuk berkumur maupun melakukan gargle di mulut dan tenggorokan selama 45 detik. Selanjutnya, larutan garam tersebut diludahkan ke dalam tabung tertentu untuk diuji di fasilitas kesehatan yang memiliki alat PCR,” ujar dr. Karlina.

Ilustrasi Berkumur

Sekitar 30 menit sebelum PCR kumur dilakukan, kamu tidak diperbolehkan untuk makan, minum, menggunakan obat kumur, menyikat gigi, mengunyah permen karet, merokok, ataupun menghisap vape agar tidak memengaruhi hasil tes.

2 dari 4 halaman

Prosedur PCR kumur

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan melakukan tes PCR kumur. Apa saja?

Tetap Menggunakan Masker dan Cuci Tangan

Pastikan tetap menggunakan masker ketika menunggu tes. Tindakan ini merupakan pelindung utama untuk mencegah terjadinya penularan virus. Nah agar kebersihan tetap terjaga, kamu harus mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir. Gunakan hand sanitizer jika kamu kesulitan untuk menemukan sabun.

Masukkan Larutan Garam ke dalam Mulut dan Berkumur

Saat diberi botol berisi larutan garam, masukkan larutan tersebut ke dalam mulut untuk berkumur. Jangan berbicara atau menelannya. Berkumurlah dengan larutan garam selama 5 detik sebanyak beberapa kali, kemudian biarkan larutan bercampur dengan air liur.

Ludahkan Larutan ke dalam Tabung

Setelah selesai berkumur, ludahkan larutan tersebut ke dalam tabung yang telah disediakan untuk diuji. Cuci tangan dan kenakan masker kembali setelah tes selesai.

3 dari 4 halaman

Perkembangan PCR Kumur di Indonesia

Sampai saat ini, PCR kumur sudah dilakukan di beberapa negara untuk anak-anak usia sekolah dan remaja yaitu dari usia 5-18 tahun. Menurut dr, Karlina, anak yang akan menjalani tes PCR kumur harus sudah bisa berkumur dengan tepat.

“ Namun, anak harus sudah bisa melakukan kumur dengan tepat. Jika tidak bisa berkumur, maka sebaiknya tidak melakukan gargle PCR,” tuturnya.

Di Indonesia, Biofarma dan Nusantics meluncurkan produk PCR kumur Bio Saliva untuk mendeteksi Covid-19 melalui metode kumur. Produk ini mengklaim telah melalui riset validasi selama 7 bulan lamanya.Bio Saliva bahkan telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 1 April 2021 bernomor Kemenkes RI AKD 10302120673.

Terdapat dua titik yang menyediakan tes covid kumur, yaitu GSI Lab Cilandak dan GSI Lab Sintesa Kuningan. Biaya tes PCR kumur dibanderol sekitar Rp799 ribu per orang.

4 dari 4 halaman

Tingkat Efektivitas PCR Kumur

Tes gargle PCR ini umumnya lebih sensitif jika dibandingkan dengan tes antigen. Hasil tes gargle PCR keluar pada hari yang sama atau hari berikutnya. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan tingkat sensitivitasnya.

Sementara itu, Bio Saliva diklaim mampu mendeteksi hingga angka CT 40 dengan sensitivitas hingga 93,57 persen. Klaim ini membuat gargle PCR menjadi alternatif dari gold standard Swab Nasofaring-Orofaring yang memiliki sensitivitas hingga 95 persen.

Biofarma juga menyatakan bahwa PCR kumur Bio Saliva memiliki kemampuan untuk mendeteksi sampai 10 varian virus SARS-CoV-2, yakni:
B117 (Alpha)
B 1.351 (Beta)
B 1.617.2 (Delta)
P.1 (Gamma)
B 1.617.1 (Kappa)
B 1.525 (Eta)
C.37 (Lambda)
B.1526 (lota)
B.1466.2 (varian Indonesia)
B 1.427/29 (Epsilon).

Kementerian Kesehatan masih membuka peluang bagi produk ini untuk menjadi salah satu standar dalam mendeteksi pasien terinfeksi Covid-19, seperti tes usap dan antigen.Meskipun begitu, Kemenkes masih melakukan uji validasi kembali terhadap PCR kumur untuk memastikan sensitivitas dan kestabilannya.

Apabila memberikan hasil yang positif, PCR kumur diharapkan dapat meningkatkan tracing nasional dengan cara yang lebih praktis dan nyaman.

(Sumber: www.sehatq.com)

Beri Komentar