Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
(Sumber Foto: Shutterstock)
Dream - Berkat perkembangan teknologi di bidang digital dan internet, kini seluruh lapisan masyarakat terbuka pada informasi yang beredar di dunia maya.
Apalagi kini muncul berbagai media sosial yang memudahkan semua orang mendapatkan informasi. Salah satunya, kabar Grab yang baru-baru ini menggebrak dengan raihan level decacorn pada akhir tahun 2018.
Namun, tidak semua netizen mengenal istilah ini, apalagi yang tidak akrab dengan dunia startup.
Nah, biar makin jelas, decacorn sendiri merupakan istilah yang diberikan pada startup dengan valuasi mencapai 10 kali lipat dari unicorn. Jika startup unicorn memiliki nilai di atas USD1 miliar, maka decacorn berhasil mencetak valuasi sebesar USD10 miliar atau setara dengan Rp140 triliun.
Laporan Grab yang sudah berstatus decacorn ini tertuang dalam riset Google Temasek bertajuk e-Conomy Sea 2018 yang resmi dipublikasikan 19 November 2018.
Dari riset ini, Grab dilaporkan berhasil mengumpulkan lebih dari USD6 miliar dan membukukan valuasi sebesar USD11 miliar, yang menjadikannya sebagai decacorn pertama dan satu-satunya dari Asia Tenggara.
Level decacorn ini sendiri memberikan keuntungan tersendiri bagi startup. Mulai dari membuktikan model bisnis yang menjanjikan, memperbesar daya tarik investor untuk menyuntikkan dana, serta meningkatkan jumlah pengguna platform terkemuka di Asia Tenggara.
Pencapaian fantastis yang diraih sejak pertama didirikan pada tahun 2012, ini merupakan hasil dari perjalanan yang cukup panjang.
Sejak dirintis oleh Anthony Tan dan Hooi Ling Tan di Malaysia dengan mengusung nama MyTeksi, Grab terus berekspansi ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara, misalnya Filipina, Singapura, dan Thailand di tahun 2013 serta Vietnam dan Indonesia di tahun 2014.
Setelah meraih gelar unicorn di tahun 2014, Grab terus meluncurkan layanan lainnya seperti GrabCar, GrabFood, dan GrabBike.
Tahun 2018 menjadi saat yang penuh prestasi luar biasa bagi Grab. Setelah mengakuisisi Uber, bekerjasama dengan OVO, dan perusahaan lainnya seperti Tokopedia dan Kudo, Grab terus meningkatkan statusnya sebagai Everyday SuperApp.
Berharap menjadi yang terkemuka di Asia Tenggara, Grab terus menawarkan solusi sehari-hari dengan layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile, dan hiburan digital.
Sebagai decacorn, Grab pun terus berkomitmen untuk memberikan layanan berkualitas baik, paling terjangkau, dan efisien waktu. Selain itu, masih mengusung filosofi platform terbuka, Grab berusaha menyatukan para mitra untuk menghadirkan hidup yang lebih baik semua orang di Asia Tenggara.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa