AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Telur Rebus (Foto: Shutterstock)
Dream - Mengatur kadar gula dalam darah bukanlah hal mudah. Terutama bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes. Salah satu cara untuk mengontrolnya adalah dengan memperbaiki menu makanan.
Mengurangi asupan karbohidrat dan memperbanyak protein. Hal ini dimulai dari menu sarapan. Ada makanan kaya protein yang sangat dianjurkan bagi penderita diabetes sebagai menu sarapan.
Apa itu? Jawabannya adalah telur. Hal ini menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal American of Clinical Nutrition. Diketahui, penderita diabetes yang makan telur saat sarapan bisa mengurangi level gula darahnya.
Mengonsumsi sarapan dengan karbohidrat rendah dan protein tinggi seperti telur atau selai kacang dapat membantu mengontrol level gula darah pada penderita diabetes tipe 2 yaitu Type 2 Diabetes (T2D).

" Sarapan dengan protein tinggi adalah cara sederhana untuk mencegah lonjakan besar kadar gula darah. Ini juga meningkatkan kontrol glikemik sepanjang hari, dan mungkin juga dapat mengurangi komplikasi diabetes lainnya," kata Jonathan Little, salah satu peneliti, seperti dikutip dari The Health Site.
Penelitian juga mengungkap sarapan tinggi protein akan mencegah naiknya gula darah setelah sarapan. Hal ini sangat berpengaruh untuk menurunkan paparan glukosa secara keseluruhan dan meningkatkan stabilitas glukosa dalam tubuh selama 24 jam ke depan.

Keinginan untuk makanan manis pun cenderung lebih rendah jika mengkonsumsi sarapan karbohidrat rendah. Pola sarapan tinggi protein ini juga bisa diterapkan pada mereka yang tak memiliki penyakit diabetes tapi ingin menjaga level gula darah.
Laporan Tri Yuniwati
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli