Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Desa Wisata Di Bali
Dream - Meski kasus Covid-19 mengalami lonjakan, Kemenparekraf tetap menjalankan inovasi di sektor pariwisata. Salah satunya dengan pembukaan kembali Bali untuk kedatangan internasional sejak 4 Februari 2021.
Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf), Nia Niscaya, menjelaskan pembukaan kembali penerbangan internasional ke Bali menjadi salah satu upaya Pemerintah dalam menyukseskan berbagai event berskala internasional. Mengingat Bali dan beberapa kota lain akan menjadi tuan rumah sejumlah pertemuan tingkat dunia di Indonesia.
" Penerbangan langsung ditandai dengan mendaratnya pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Narita ke Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 3 Februari 2022, dan sebanyak 12 penumpang, 6 WNA dan 6 WNI dengan skema familiarization trip," ujar Nia dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf, Senin 7 Februari 2022.
Mengingat kasus Covid-19 mengalami peningkatan, Pemerintah tetap menggalakan kehati-hatian. Sedangkan Bali dipilih menjadi tujuan pembukaan destinasi karena angka vaksinasi terbilang tinggi.
© Desa Wisata di Bali
Pembukaan ini, kata Nia, merupakan sinyal baik bagi sektor pariwisata. Pemerintah berharap hal ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.
Selain pembukaan penerbangan internasional, Kemenparekraf meluncurkan inovasi baru yaitu Bali Warm Up Vacation.
Ini merupakan program dengan skema bubble yang memungkinan wisatawan dari luar negeri menjalani karantina tidak hanya di dalam kamar namun juga memanfaatkan fasilitas hotel yang tersedia.
Karantina PPLN reguler tetap berlaku namun sistem bubble di Bali merupakan variasi dan bisa menjadi pilihan karantina wisatawan ingin menikmati momen warm up sebelum berlibur di Bali. Perbedaannya pada pelayanan yang diberikan dengan tidak membatasi aktivitas wisatawan di sekitar hotel.
Laporan: Abinsha Nurmaulida
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan