Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Balita mempelajari cara berbahasa dalam jangka waktu yang berbeda-beda. Namun, apabila si kecil dirasa sangat sulit saat diajak interaksi dan berkomunikasi, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter anak, khususnya dokter tumbuh kembang.
" Interaksi sosial adalah dasar dari perkembangan kemampuan bahasa. Jika anak tak bisa fokus saat diajak bicara, tak merespons suara, musik, gerakan atau permainan, itu adalah gejala yang sangat menonjol yang menunjukkan kalau anak mengalami telat bicara (speech delay)," ujar Katrina Zeit, seorang ahli patologi bicara di Cincinnati Children's Hospital Medical Center.
Telat berbicara oleh banyak orangtua seringkali dianggap sepele. Banyak yang menganggap kalau seiiring pertambahan umur, kemampuan bicaranya akan membaik tanpa perlu terapi dan intervensi apapun. Padahal, hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan lainnya, seperti kemampuan kognitif.
" Berbicara memang sulit untuk dilakukan. Terkadang, balita hanya bisa mengulang kata yang hanya terasa mudah untuk diucapkan oleh lidahnya saja. Bayi prematur juga memiliki risiko telat berbicara selama lewat dari beberapa minggu ataupun bulan. Bayi prematur biasanya berhasil mengejar segala ketertinggalannya ketika menginjak usia dua tahun," ujar Zeit.
Berikut ini merupakan tanda-tanda si kecil telat berbicara di tiap umur. Segera konsultasikan dengan dokter jika buah hati mengalaminya.
Usia 12 Bulan
- Tidak bisa memanggil ayah atau ibu
- Tidak bisa melakukan gestur seperti melambai, menggelengkan kepala, atau menunjuk
- Tidak berlatih menggukanan beberapa huruf konsonan seperti p atau b
- Tidak memahami ataupun merespons kata " tidak" dan " dadah"
- Tidak menunjuk benda asing yang lewat di hadapannya
- Tidak mengucapkan sepatah katapun dalam waktu 15 bulan
- Tidak suka mengoceh
Usia 18 Bulan
- Tidak mampu menunjuk anggota tubuhnya ketika disuruh
- Tidak mencoba untuk minta tolong ketika sedang kesulitan
- Tidak mampu mengeluarkan lebih dari enam kata
Usia 19 bulan
Tidak memiliki perkembangan kosakata (normalnya, balita mengenal satu kosakata baru setiap minggunya)
Usia 24 bulan
- Tidak bisa merespons perintah yang simpel
- Tidak melakukan interaksi dengan mainannya
- Tidak bisa mengikuti ucapan orang lain
- Tidak bisa menunjuk atau menyebut nama tokoh di dalam buku bacaan
- Tidak bisa menggabungkan dua kata sekaligus
- Tidak mengerti fungsi peralatan rumah seperti sendok dan sikat gigi
Usia 25 bulan
- Tidak bisa menggunakan dua hingga empat kata dalam satu kalimat
- Tidak bisa menamai anggota tubuh
- Tidak mengajukan pertanyaan simpel
Usia 3 tahun
- Tidak bisa mengucapkan kata " aku" dan " kamu"
- Tidak bisa mengucapkan kalimat pendek
- Tidak bisa memahami beberapa perintah
- Tidak tertarik untuk berinteraksi dengan anak lainnya
- Sulit untuk terpisah dari orang tua
- Cara bicaranya sangat tidak jelas
- Gagap dan meringis apabila sedang bicara
Usia 4 tahun
- Belum mampu menguasai banyak konsonan tunggal
- Tidak memahami konsep " sama" dan " berbeda"
- Tidak bisa menggunakan kata " aku" dan " kamu"
Laporan Annisa Mutiara
Sumber: Baby Center/ Parents
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?