Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Memiliki seorang istri dapat meningkatkan peluang umur lebih panjang bagi seorang pria. Tetapi memiliki lebih dari satu istri dapat merusak kesehatan.
Dikutip Dream dari laman Daily Mail, Minggu 3 Mei 2015, sebuah studi tentang efek poligami terhadap kesehatan yang dilakukan King Faisal Specialist Hospital and Research Center di Jeddah, Arab Saudi, menemukan pria yang memiliki hingga empat istri berisiko menderita penyakit jantung hampir lima kali lipat.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pria yang sudah menikah cenderung tidak terlalu stres, secara fisik lebih aktif dan memiliki pola makan yang lebih baik.
Namun sangat sedikit penelitian yang telah dilakukan tentang dampak pernikahan poligami terhadap kesehatan.
" Telah terbukti bahwa pria yang sudah menikah memiliki kesehatan yang lebih baik dan berumur panjang, tapi sampai sekarang tidak ada penelitian yang menilai dampak poligami pada kesehatan kardiovaskular," kata Amin Daoulah, ahli jantung di King Faisal Specialist Hospital and Research Center.
Menurutnya, pria yang berpoligami bisa punya istri hingga empat orang yang tinggal di satu daerah yang sama atau berbeda, namun tidak pernah tinggal dalam satu atap.
" Praktik poligami terutama di Afrika Utara dan Barat, Timur Tengah, Asia Tengah dan Asia Tenggara."
Penelitian yang dipresentasikan di Asia Pacific Society of Cardiology Congress 2015 di Abu Dhabi ini juga meneliti hubungan antara jumlah istri dan masalah jantung yang ternyata sangat siginifikan.
Hasil penelitian ini didapatkan dengan melibatkan 687 pria di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang memiliki usia rata-rata 59 tahun. Dua pertiga atau 68 persen dari pria yang disurvei adalah pelaku monogami. Sisanya memiliki antara 2—4 istri.
Pria dengan lebih dari satu istri umumnya lebih cepat menjadi tua, tinggal di daerah pedesaan, dan punya income yang tinggi. Mereka juga punya riwayat menjalani coronary artery bypass grafting (CABG).
" Poligami mungkin lebih sering terjadi di daerah pedesaan karena lebih diterima secara budaya dan menikah di usia muda lebih umum."
Penelitian juga menemukan bahwa pria yang mempraktikkan poligami punya risiko terkena penyakit jantung hingga 4,6 kali lipat.
Mereka juga memiliki risiko 3,5 lipat terkena penyakit jantung di arteri utama kiri dan 2,6 lipat terkena penyakit koroner mikrovaskuler atau penyempitan pembuluh darah kecil di jantung.
Tekanan dalam menjalankan banyak rumah tangga dan terkurasnya emosi dalam poligami bisa menyebabkan jantung bekerja lebih keras.
“ Kami menemukan keterkaitan antara meningkatnya jumlah istri dan jumlah serta beratnya penyumbatan koroner. Ini bisa terjadi karena adanya keharusan mempertahankan rumah tangga yang terpisah, melipatgandakan beban finansial dan emosi," kata Daoulah.
Ditambahkannya, tiap rumah tangga harus diperlakukan secara adil dan sejajar. Dan nampaknya ini merupakan tekanan bagi sejumlah pasangan dan mungkin juga karena punya anak dengan jumlah cukup besar.
Menurut dia, sejumlah faktor lain, seperti level kegiatan fisik dan keintiman, bisa mempengaruhi level penyakit jantung.
" Kesimpulannya, masalah penyakit jantung koroner dan poligami hanya sebuah asosiasi dan belum tentu menjadi penyebab utama. Karena itu penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan hubungan tersebut," tutup Daoulah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya