Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Penampilan masih menjadi hal utama bagi kebanyakan orang. Tak aneh, karena penampilan menjadi hal yang pertama kali terlihat dari diri seseorang. Merawat diri, bersolek, semuanya bertujuan untuk menghasilkan tampilan yang enak dipandang.
Salah satu bagian tubuh yang tak luput dari polesan adalah gigi. Senyum yang indah tentu dilatari deretan gigi yang putih, bersih dan tersusun rapi.
Saat ini tak hanya remaja saja yang memakai kawat gigi untuk memperbaiki susunannya. Orang dewasa juga semakin sadar pentingnya gigi yang indah.
Selain memperbaiki susunannya, penggunaan pemutih gigi juga semakin banyak. Tujuannya untuk mendapatkan gigi yang terlihat lebih putih, bersih dan cerah. Penjualan obat pemutih gigi juga semakin banyak di pasaran, entah dalam bentuk produk seperti gel dan strip gigi, ataupun layanan jasa memutihkan gigi.

Sebenarnya tidak semua warna gigi dapat diputihkan oleh pemutih gigi. Mesti diketahui dulu penyebab kondisi warna gigi sebelumnya. Contohnya gigi perokok yang cenderung berwarna keabuan, akan susah diputihkan dengan pemutih gigi.
Diperlukan konsultasi terlebih dulu dengan dokter gigi yang terpercaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Efek samping memutihkan gigi
Ada dua efek samping yang biasa terjadi pada mereka yang melakukan perawatan pemutihan gigi.
1. Gigi jadi lebih sensitif
Saat pemakaian pemutih gigi, Sahabat Dream bisa merasakan gigi menjadi lebih peka terhadap perubahan suhu makanan.
Enamel (lapisan terluar gigi) yang melindungi gigi dari berbagai kerusakan dapat menipis karena penggunaan pemutih gigi mengandung carbamide peroxide. Gigi akan mudah merasa ngilu jika mengonsumsi makanan yang panas atau dingin karena perlindungannya berkurang.
2. Berisiko mengalami iritasi
Pemakaian pemutih gigi yang tidak dilakukan oleh dokter yang professional memiliki risiko terjadi iritasi pada mulut. Dokter gigi akan memberikan takaran pemutih gigi yang tepat sesuai dengan kondisi gigi kamu.
Sementara penggunaan obat pemutih gigi langsung tanpa pengawasan dokter dapat melebihi dosis yang dibutuhkan dan bisa merusak gigi.
Pilih yang alami dan aman
Untuk menjaga warna putih pada gigi dapat dilakukan dengan cara yang lebih sehat, seperti:
1. Menghindari makanan dan minuman yang dapat memengaruhi warna gigi. Misal, minuman kopi dan teh.
2. Menyikat gigi dua kali sehari, terutama sebelum tidur.
3. Menggunakan pasta gigi yang mengandung pemutih yang aman.
Alhamdulillah, saat ini telah hadir Sasha Herbal Toothpaste. Pasta gigi herbal yang terbuat dari bahan alami dan telah teruji kehalalannya. Mengandung serpihan siwak asli yang kaya akan manfaat.
Siwak dapat merangsang produksi lebih air liur (saliva), dimana saliva bermanfaat dalam melindungi dan membersihkan mulut. Selain itu sebagai anti decay agent (zat anti pembusukan) yang menurunkan jumlah bakteri mulut dan mencegah proses pembusukan.

Pasta gigi Sasha Herbal juga mengandung lemon dan garam, yang membuat gigi lebih putih, sehat, kuat, serta nafas segar dan tahan lama.
Tak ketinggalan kandungan flouride yang membantu mencegah gigi berlubang dan menjaga kesehatan kekuatan gigi
Yuk, #HijrahBarengSasha. Segera tinggalkan kebiasaan buruk dan beralihlah ke kebiasaan baik untuk menjalani hidup yang lebih berkualitas. Mari kita tegakkan hijrah menjadi kebiasaan yang menghidupkan.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Sasha Halal Toothpaste, Sahabat Dream bisa mengunjungi instagram Sasha (@SashaIndonesia) dan Facebook Sasha Pancaran Aura Islami.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya