Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kabah (Foto: Shutterstock)
Dream - Kerajaan Arab Saudi siap untuk menerapkan visa E-Haj di seluruh dunia di musim Haji mendatang.
Pertemuan tingkat tinggi telah diadakan oleh Kementerian Haji pada hari Minggu untuk membahas strategi pelaksanaan, karena Kerajaan sangat ingin mengintegrasikan sistem visa haji elektronik untuk memastikan ziarah yang nyaman dan bebas dari kerumitan.
" Kami ingin memastikan jamaah haji nyaman selama ziarah mereka di Arab Saudi mulai dari embarkasi hingga kunjungan ke tempat-tempat suci, melakukan ritual dan sampai kembali ke rumah," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Dr. Abdul Fattah Mashat.
Dia mengatakan bahwa e-visa terkait dan terintegrasi oleh berbagai instansi pemerintah dan juga memungkinkan kementerian untuk melacak layanan yang diberikan kepada jamaah. " Kami akan menekankan penerapan sistem visa elektronik selama kesepakatan," katanya.
Kementerian Haji dan Umrah telah berhasil menerapkan sistem visa E-Haj dengan Malaysia, India dan Indonesia serta beberapa negara lainnya.
E-visa tidak " terjebak" di paspor tapi dalam format halaman ukuran A-4 yang terpisah dengan semua rincian jamaah dan sistem barcode yang memungkinkan pihak berwenang memeriksa pergerakan jamaah mulai dari kedatangan sampai keberangkatan dan juga semua pemangku kepentingan, termasuk misi haji asing.
Untuk menghindari keterlambatan dalam prosedur imigrasi pada saat kedatangan, Kerajaan juga menghubungkan sistem visa elektronik untuk menyelesaikan prosedur imigrasi bagi jamaah haji di titik embarkasi mereka di negara asal, yang terbukti berhasil di beberapa negara.
Jamaah haji Malaysia digunakan sebagai uji coba Proof of Concept (POC) System untuk pra-izin sebelum keberangkatan mereka ke Arab Saudi.
India dan Malaysia, keduanya dianggap sebagai pelopor TI, telah berhasil menerapkan sistem E-Haj.
Keberhasilan penerapan visa elektronik untuk umrah juga membawa perubahan lompatan pada kemudahan para jamaah umrah dalam proses penerbitan visa yang cepat dan tak rumit.
Dengan sistem visa elektronik yang baru, data dan gambar jamaah akan dipindai dan seluruh rencana perjalanan mereka, yang terlibat dengan segala macam birokrasi, hanya berjarak ujung jari.
Menurut pejabat Kementerian Haji, sistem baru tersebut juga membantu merampingkan transportasi internal dan pengelompokan haji.
(Sumber: saudigazette.com.sa)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha