Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
(Sumber Foto: Biro Pers SetPres)
Dream - Presiden Joko Widodo memang punya cara yang " anti mainstream" dalam segala sisi. Termasuk dalam mengungkapkan rasa gembira, ketika angka capaian kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke tanah air melonjak 20% lebih hingga Mei 2017, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Orang nomor satu di tanah air yang suka berbaju putih, dengan lengan panjang digulung seperempat itu menulis dalam akun Facebooknya. Alamatnya di sini: https://www.facebook.com/Jokowi/ yang ikut berseri-seri ketika pariwisata Indonesia makin mendunia.
Di sana terpampang jelas beberapa hal yang menggembirakan bagi masyarakat. Pertama, selepas Lebaran 2017, Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia sudah mendekati angka 6.000, rekor baru sepanjang sejarahnya. Kedua, arus uang masuk dari Januari sampai Juni tahun 2017 sudah Rp124 triliun, hampir sama dengan sepanjang tahun 2016 dari Januari sampai Desember yang Rp126 triliun.
Ketiga, menurut data dari Pusat Statistik, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia dari Januari hingga Mei 2017 menjadi 5.358.489 orang, naik lebih dari 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. " Semua itu berkat semangat dan kerja keras dari kita semua," ujar Presiden Jokowi di akun Facebook-nya, Rabu, 5 Juli 2017.
Presiden Jokowi langsung meminta semua Kementerian mendukung Kementerian Pariwisata yang menargetkan 15 juta wisman pada 2017 dan 20 juta wisman pada 2019. " Sebuah target yang tidak kecil, tetapi yang sudah ditargetkan oleh Menteri Pariwisata, saya kira semua Kementerian memberikan dukungannya terhadap program ini," kata Presiden Jokowi, dikutip dari keterangan pers tertulis, Jumat, 7 Juli 2017.
Mantan Gubernur DKI itu mengatakan, sektor pariwisata ini akan menggerakkan ekonomi, sehingga perlu dukungan dari kementerian terkait untuk mewujudkan target yang sudah ditetapkan. Jokowi mencontohkan Kementerian Perhubungan yang berkaitan dengan perusahaan penerbangan yang menyangkut masalah wisata ini nantinya jangan dipersulit. " Semuanya didorong, dibantu agar yang berkaitan dengan pariwisata ini betul-betul bisa dilakukan," kata Presiden.
Bagi Menpar Arief Yahya, semangat, kerja cerdas, Indonesia Incorporated, selama ini menjadi kunci utama keberhasilan kinerja pemerintahan, utamanya di sektor pariwisata. Dan hal itu tergambar jelas di lima bulan pertama di tahun 2017 ini.
Arief Yahya bahkan menyebut, sukses capaian wisman itu bukan semata-mata prestasi dirinya dan tim Kemenpar saja. Sukses itu karena kerja bersama, gotong royong dalam bungkus " Indonesia Incorporated" . Support dari kementerian dan lembaga lain, yang luar biasa, yang membuat sektor pariwisata berlari lebih kencang.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha