Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Keajaiban terjadi pada seorang wanita hamil 8 bulan yang positif tertular virus corona. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, wanita tersebut dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Wanita hamil tersebut adalah satu dari 17 pasien positif Covid-19 di Sumatera Selatan yang telah dinyatakan sembuh. Saat ini jumlah pasien sembuh di provinsi tersebut berjumlah 95 orang.
Yusri, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel mengatakan wanita hamil tua tersebut baru berusia 32 tahun dan berasal dari Palembang. Dia dan beberapa anggota keluarganya tertular dari saudaranya yang bekerja di rumah sakit.
" Alhamdulillah, pasien sembuh meningkat signifikan, hari ini ada 17 pasien dan total ada 95 orang di Sumsel. Satu diantaranya wanita hamil delapan bulan," ungkap Yusri, dikutip dari Merdeka.com.
Dari penuturan pasien, selama menjalani perawatan beberapa pekan di rumah sakit, dia rajin berolahraga, berjemur serta rutin minum obat dan vitamin. Tingkat kesembuhannya cukup besar karena dia termasuk pasien positif corona tanpa gejala serta tidak memiliki penyakit penyerta.
" Artinya peluang sembuh dari Corona cukup besar, tergantung pasien itu sendiri," kata dia.
Yusri menambahkan, dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel, tinggal Kabupaten Empat Lawang dan Penukal Abab Lematang Ilir yang belum terpapar Corona. Sementara daerah paling tinggi adalah Palembang, Lubuklinggau, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, dan Muara Enim.
" Sekarang ada 693 pasien positif di Sumsel setelah terjadi penambahan 19 kasus hari ini," pungkasnya.
(Sah, Sumber: Merdeka.com)
Dream - Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 termasuk pemicu penyakit yang menyimpan risiko kematian bagi pasien yang tertular. Ada kalanya orang yang terinfeksi masih memiliki kemungkinan meninggal walaupun sudah dinyatakan sembuh.
Hal itu terjadi dalam kasus pasien Covid-19 yang sebelumnya dinyatakan sembuh tapi kemudian meninggal dunia di Singapura.
Seorang wanita 58 tahun meninggal sembilan hari setelah dia dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Salha Mesbee, seorang ibu tiga anak, dilaporkan sebagai pasien termuda di negara itu yang meninggal karena Covid-19.
Meskipun dia dinyatakan sembuh total, tetapi Covid-19 sudah memengaruhi organ-organ di tubuhnya.
Beberapa organ vital, termasuk ginjal dan hatinya, rusak dan membuat kesehatannya memburuk.
Salha dan Ali Buang, suaminya, sebelum ini pergi ke Turki selama 10 hari untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka.
Pada 26 Maret setelah kembali ke Singapura, Salha dinyatakan positif Covid-19. Dia dirawat di ruang UGD Rumah Sakit Ng Teng Fong beberapa hari kemudian karena menderita sesak napas.
Suaminya yang berusia 61 tahun juga dinyatakan positif dan dirawat di rumah sakit yang sama dengan Salha.
Siti, anak tertua Salha, percaya ayahnya tertular virus ketika berada di Turki. Karena ayahnya menderita demam sehari sebelum kembali ke Singapura.
Sementara dua putra Salha yang berusia 32 tahun dan 23 tahun yang tidak ikut ke Turki juga dites positif dan diisolasi di Rumah Sakit Tan Tock Seng.
Setelah dirawat, Salha dinyatakan sembuh setelah sebelumnya sang suami dan dua anaknya diperbolehkan pulang terlebih dahulu.
Namun, antibodi dalam tubuh Salha tidak bisa mengalahkan virus corona dengan baik sehingga organ-organnya mulai mengalami masalah.
Pada 29 April 2020, dokter menemukan pembengkakan di otak Salha setelah matanya tidak merespons terhadap cahaya.
" Dokter mengatakan Ibu adalah salah satu pasien yang paling kritis di antara yang lain. Mereka mengatakan kepada saya untuk bersiap-siap.
" Ibu telah berjuang sangat keras dan menang melawan Covid-19, tetapi tubuhnya sudah dalam kondisi yang buruk. Kami menyadari bahwa sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal," kata Siti.
Karena banyak organ tubuh Salha yang mulai tidak berfungsi, keluarga memutuskan untuk mematikan mesin penopang hidupnya pada tanggal 30 April 2020.
" Dokter menyatakan otaknya sudah mati dan Ibu mengandalkan mesin penopang hidup untuk bertahan. Ayah bilang sungguh menyedihkan melihat Ibu seperti ini. Kami akhirnya memutuskan untuk membiarkannya pergi," ujar Siti.
Keluarga membawa jenazah Salha pulang untuk dimakamkan pada tanggal 1 Mei 2020.
Sementara itu suaminya, Ali, mengaku sangat kehilangan almarhumah yang telah menemani selama 38 tahun.
“ Aku telah bersamanya selama 38 tahun dan dia selalu di sisiku. Dia adalah cinta dalam hidupku,” kata Ali.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya