Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Source: Shutterstock.com
Dream - Beberapa negara telah mengakhiri atau melonggarkan masa lockdown. Toko dan pusat perbelanjaan pun kembali dibuka, termasuk OMO (On My Own), butik di India.
Dilansir dari Times of India, mereka mengunggah foto di Instagram untuk mengingatkan pengunjungnya agar menggunakan masker serta membawa hand sanitizer ketika berkunjung ke butiknya.
Mereka juga akan menyimpan pakaian atau barang yang telah dicoba dan tidak dibeli. Namun saat butiknya dibuka, mungkin tidak ada lagi kamar untuk mencoba pakaian. Apalagi kini banyak orang lebih suka belanja online.
Hemant Sagar, Desainer Genes Lecoanet Hemant mengatakan konsumen lebih memerhatikan keamanan dan kebersihan setelah belajar dari pandemik Corona. Sehingga, penting untuk menjaga kebersihan konsumen yang datang ke butik.

Ditiadakannya kamar untuk mencoba pakaian membuat beberapa brand menyediakan konsultasi virtual. Sementara Sagar menganggap langkah ini tidak mungkin dilakukan.
Alasannnya konsumen biasanya datang ke butik karena ingin menyentuh, merasakan dan mencoba langsung pakaian yang hendak dibeli. “ Membersihkan pakaian dengan disinfektan sebelum dicoba dapat dilakukan untuk memastikan keamanan konsumen,” tuturnya.

Desainer Shruti Sancheti juga menyatakan bahwa bisnis pakaian akan mengalami banyak perubahan. “ Tabel ukuran pakaian dengan pengukuran internasional bisa membantu mengatasi ketiadaan ruang ganti dan meningkatkan brand loyalty maupun penjelasan”.
Banyak brand telah beralih online dengan contactless delivery dan cara pembayaran yang mudah. Berbelanja di toko pun akan dimulai dengan pemeriksaan suhu tubuh, pembatasan jumlah pengunjung dan memeratikan kebersihan.
Bahkan menurut Sagar, konsumen akan disediakan sarung tangan dan masker. Pegawai tokonya pun akan diperiksa kesehatannya. Sehingga, konsumen harus beradaptasi dengan kondisi baru.
(Sumber: Times of India)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam