Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Demi terhindari dari serangan berbagai penyakit, kebiasaan menggunakan sabun antibakteri disebut menjadi salah satu langkah awal pencegahan. Namun, benarkah sabun antibakteri mampu melindungi anda dari serangan penyakit?
Sebuah studi yang dilakukan oleh Food and Drug Administration milik pemerintah Amerika Serikat seperti dilansir Dailymail, menemukan bahwa tidak ada bukti triclosan memiliki manfaat kesehatan lebih baik dibandingkan sabun biasa. Bahan aktif yang terdapat dalam sabun antibakteri, sabun pembersih tangan, hingga tisu lebih berperan membunuh bakteri, bukan virus.
Sementara sebagian besar penyakit yang menyerang tubuh manusia seperti flu dan pilek disebabkan oleh virus. Sejumlah pembuktian ilmiah menunjukkan cara paling efektif menghindari bateri adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun biasa, menjaga kebersihan makanan yang disajikan dan menjaga kebersihan dapur.
Yang paling mengejutkan, peneliti menyebut jika sabun antibakteri juga merupakan salah satu masalah kesehatan. Anak-anak yang terbukti kontak terlalu lama dengan triclosan selama hitungan bulan hingga tahun berisiko lebih besar mengidap alergi, termasuk alergi bahan makanan tertentu dan demam.
Studi yang diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology di tahun 2012 dan Environmental Health Perspectives di tahun 2011 juga menunjukkan anak-anak yang kerap menggunakan sabun antibakteri tidak menjamin kebal terhadap bakteri. Padahal sejatinya, bakteri dapat berguna untuk melatih sistem kekebalan tubuh mereka dalam merespon infeksi atau alergi tertentu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya