Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Dream - Minum susu secara teratur diyakini dapat membuat tubuh tetap sehat dan bugar. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan terlalu banyak minum susu justru dapat berakibat buruk bagi kesehatan tubuh.
Memang tidak dipungkiri jika sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan kandungan kalsium dalam susu bisa memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis. Namun studi terbaru ini justru mendapati minum susu dalam jumlah besar justru tidak dapat mencegah seseorang dari resiko patah tulang.
Riset yang melibatkan 45 ribu laki-laki dan 61 ribu perempuan di Swedia yang minum susu sekitar tiga gelas sehari, justru lebih beresiko mengidap sejumlah penyakit. Pada perempuan yang minum tiga gelas susu atau lebih setiap hari beresiko dua kali lebih besar mengidap penyakit kardiovaskular. Dan 44 persen peningkatan risiko kanker dibanding perempuan yang minum kurang dari satu gelas susu perhari.
Sementara untuk pria dewasa, resiko kematian meningkat 10 persen lebih besar ketika mereka minum tiga gelas atau lebih susu per hari. Namun penelitian ini masih harus dikembangkan karena harus dikaitkan dengan faktor genetis, untuk membandingkan dengan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Perempuan yang minum susu berlebihan meningkat sekitar 16 persen menderita patah tulang dan resiko patah pinggul hingga sebesar 60 persen. Sementara dua resiko ini justru tidak terlalu berpengaruh signifikan pada kaum Adam.
" Kandungan gula pada susu khususnya laktosa dan galaktosa beresiko meningkatkan peradangan hingga dalam kurun waktu tertentu, beresiko membuat seseorang mengalami penyakit kardiovaskular hingga berujung pada kematian," tulis Karl Michaelsson, seorang profesor di Departemen Ilmu Bedah di Universitas Uppsala Swedia seperti dikutip Everyday Health, 12 November 2014.
Para peneliti juga melaporkan, asupan tinggi pada produk susu fermentasi dengan kadar laktosa rendah seperti yoghurt dan keju justru mampu meningkatkan resiko kematian dan fraktur tulang. Hasil penelitian ini masih akan dikaji lebih lanjut, karena dapat menjadi pedoman gizi dan penyusunan program diet baru untuk jangka panjang. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya