JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Dream - Anggapan yang menyebut osteoporosis atau penyakit pengeroposan tulang hanya menghampiri mereka yang berusia lanjut nampaknya sudah mulai mengalami pergeseran. Sejumlah kasus ditemui osteoporosis kini juga menyerang mereka yang berusia produktif.
Tendensi penyakit menyerang di usia muda sangat berkaitan erat dengan gaya hidup dan asupan makanan setiap harinya. Konsumsi alkohol, kafein dan kebiasaan menghisap asap rokok meningkatkan resiko terserang osteoporosis di usia muda.
Untuk mengatasi hal tersebut, dr Grace Tumbelaka, SpKO menyebut asupan kalsium dapat mengantisipasi seseorang terserang osteoporosis. Asupan kalsium sebanyak 1.000 mg per hari untuk perempuan dewasa atau lebih bagi ibu hamil sangat berperan penting untuk meningkatkan kepadatan tulang.
" Selain asupan kalsium, tubuh juga harus dirangsang melalui aktivitas olahraga sehingga bisa menekan otot dan memperkuat tulang. Ada beberapa olahraga yang bisa menguatkan tulang mulai dari berjalan, berlari dan melompat. Intinya ubah gaya hidup melalui makanan dan olahraga rutin," ucap dr Grace saat ditemui Dream beberapa saat lalu di Jakarta.
Langkah tersebut disebut dr Grace mampu menhambat berkurangnya kepadatan tulang manusia. Mengingat setiap tahunnya kepadatan tulang manusia berkurang 1% atau sekitar 3-5% untuk perempuan yang telah memasuki usia menopouse.
" Kalau asupannya kalsium bagus dan aktivitas juga oke, tidak perlu khawati dengan fraktur yang merupakan efek dari osteoporosis. Karena osteoporosis atau keropos tulang bukan sesuatu yang menakutkan, yang lebih bahaya justru saat jatuh lalu membuat tulang patah sehingga mengganggu kehidupan seseorang," ungkap dr Grace.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun