Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bejalan kaki merupakan salah satu olahraga murah dan mudah yang bisa dilakukan setiap hari oleh siapapun. Menariknya, dalam sebuah penelitian terbaru menunjukkan orang yang terbiasa berjalan kaki memiliki kemampuan mengingat lebih baik saat memasuki usia senja.
Penelitian yang melibatkan 25 orang pengidap Alzheimer ringan dan 39 orang dewasa tanpa gangguan kognitif ini, menorehkan kabar baik untuk pejalan kaki. Selain baik untuk kesehatan fisik salah satunya menekan tekanan darah tinggi, berjalan kaki dapat menjaga kemampuan memori seseorang.
Saat berjalan, tubuh menekan darah dan sendi hingga mengurangi risiko stroke. Dalam waktu singkat berjalan juga efektif untuk mengurangi stress yakni dengan meningkatkan kadar norepinefrin kimia dalam otak yang mengontrol rasa stress.
Selain itu saat berjalan tubuh melepas hormon endorfin yang dapat memicu rasa bahagia dan auforia. Hal ini dapat membantu mengurangi depresi pada orang dewasa hingga mood anda bisa lebih baik.
Pada laki-laki, kebiasaan berjalan menunjukkan adanya penurunan risiko terserang penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan demensia. Sementara bagi anda yang suka berjalan dalam tempo cepat mampu menignkatkan suhu tubuh hingga baik untuk memicu rasa kantuk dan santai.
Layaknya olahraga yoga, berjalan juga dapat diaritkan sebagai sebuah proses meditasi. Mengingat saat anda diam dan fokus untuk menciptakan suatu hubungan antara tubuh melalui pernafasan dan doa dalam setiap langkah yang anda ayun.
" Orang dapat merasa lebih santai saat berjalan, hal ini baik terutama bagi mereka yang mudah lupa. Mengingat saat seseorang mulai beranjak tua, kebiasaan berjalan dapat menjaga kualitas memori mengenai setiap informasi yang mereka peroleh," kata Amber Watts, Asisten Profesor di University of Kansas seperti dikutip dari Healthmeup, Rabu 12 November 2014. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya