Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Rasa dan teksturnya yang unik membuat lidah mengenali buah alpukat dalam campuran salad atau sekedar dibuat jus. Kandungan lemak tinggi kerap membuat orang yang tengah menjalani diet menghindari alpukat, benarkah ungkapan jika alpukat membuat orang mudah gemuk?
Menurunkan Kolesterol
Alpukat memang memiliki kandungan lemak yang tinggi, tetapi lemak ini merupakan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol. Dalam sebuah penelitian, seorang pasien yang kadar kolesterolnya relatif tinggi dalam seminggu mengkonsumsi alpukat mengalami 22% penurunan kolesterol jahat dan 11% peningkatan kolesterol baik dalam tubuh.
Kadar kolesterol jahat yang tinggi dapat menjadi salah satu faktor utama terserang penyakit jantung. Konsumsi alpukat secara rutin dapat membantu seseorang tercegah dari penyakit diabetes, stroke, dan penyakit kardiovaskular.
Melindungi Bayi Dalam Kandungan
Dalam satu buah alpukat, terkandung sedikitnya 20 vitamin dan mineral, termasuk kalium, lutein, dan folat. Seperti diketahui folat merupakan salah satu yang sangat baik untuk mengurangi risiko cacat lahir pada ibu hamil.
Anda yang rentan terserang penyakit jantung akibat riwayat keluarga, obesitas, atau kebiasaan merokok juga bisa diatasi dengan rutin mengkonsumsi alpukat. Kandungan alami pada buah alpukat dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
Menurunkan Berat Badan
Kandungan gula rendah dan serat yang tinggi justru baik bagi anda yang sedang menjalani program diet, karena bisa membuat perut terasa kenyang lebih lama. Sebuah studi menunjukkan, orang yang terbiasa memakan setengah alpukat untuk makan siang baru akan merasa lapar lagi pada tiga hingga empat jam berikutnya.
Asam oleat pada alpukat dapat merangsang bagian otak untuk menentukan rasa kenyang dan lapar. Lemak tak jenuh sehat pada asam oleat merupakan alternatif camilan yang baik dibandingkan mengkonsumsi makanan olahan.
Mencegah Penyakit Kanker
Sementara kandungan vitamin C dan E serta phytochemical di dalamnya bisa mencegah penyakit kanker. Para peneliti menemukan fitokimia merupakan nutrisi yang bisa mencegah potensi kanker prostat dan mengurangi efek samping dari kemoterapi.
Menjaga Kesehatan Mata
Antioksidan alami terutama lutein dan zeaxanthin merupakan karatoneid yang dapat membantu melindungi fungsi mata dari kerusakan. Nutrisi ini juga penting untuk menurunkan risiko degenerasi makula dan katarak.
Penyerapan karotenoid secara efisien dapat diperoleh dari konsumsi buah dan sayuran, salah satunya alpukat.
Menstabilkan Gula Darah
Sumber terbesar vitamin B dapat membantu tubuh memerangi penyakit dan infeksi. Lemak tak jenuh tunggal dapat mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh. Jadi mulai sekarang anda bisa mengganti mayones dan mentega pada salad dengan alpukat yang dihaluskan.
(Sumber : Healthmeup)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya