Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Dream - Ada saatnya seseorang sedang dilanda badmood atau suasana hati yang buruk. Saat sedang badmood, seseorang kerap merasa dunia tidak berada di pihaknya sehingga jika hal ini terus menerus dirasakan maka akan ada gangguan mood, gangguan kesehatan, hingga depresi.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology mengenai sebuah studi pada tahun 2009 menunjukkan jika badmood ternyata memiliki sisi baik yakni manfaat positif bagi anda. Penelitian ini membandingkan badmood pembeli di beberapa cuaca mulai dari cuaca dingin, cerah, hingga hujan.
Saat badmood ternyata seseorang mengalami peningkatan memori dan memiliki ingatan yang lebih baik. Hal tersebut terlihat dari pembeli yang sedang badmood dan mampu mengingat rincian barang yang mereka lihat satu hari sebelumnya.
Para peneliti mendapati suasana hati yang buruk dapat membantu meningkatkan memori seseorang dan meningkatkan perhatian terhadap detil. Selain itu badmood membuat orang lebih skeptis dan berhati-hati saat menganalisis lingkungan mereka.
Orang-orang yang sedang badmood juga memiliki kemungkinan lebih kecil ditipu oleh orang lain. Selain itu ia juga lebih mudah termotivasi untuk mengantisipasi kegagalan dan mungkin saja dihadapi.
Beda dengan mereka dengan suasana hati positif kerap lebih mudah menyerah pada tugas-tugas sulit dan relatif lebih mudah terkecoh. Gejala badmood biasanya tidak parah dan akan hilang setelah beberapa hari. Hal ini berbeda dengan depresi yang berkaitan dengan perasaan sedih dan putus asa terus menerus hingga mempengaruhi pola hidup sehari-hari.
" Jika seseorang selalu dalam suasana hati yang buruk, mereka mungkin memiliki gangguan mood yang tidak terdiagnosis, seperti depresi kronis. Namun badmood sebenarnya masih bisa diatasi karena hanya dirasakan selama beberapa hari saja," kata Jaid Soares, MD, PhD, Profesor dan Ketua Departemen Psikiatri dan Ilmu Perilaku di The University od Texas Health Science Center seperti dilansir Everday Health.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun