Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Idealnya, setiap orang disarankan untuk makan teratur tiga kali sehari. Namun kenyataannya, tidak semua orang bisa teratur menjalaninya.
Sebagian orang bahkan hanya makan dua atau sekali sehari di jam yang berbeda. Ketika terbiasa makan kurang dari 3 kali sehari, sarapan seringkali dilewatikan.
Ada yang melewatkannya karena memiliki waktu terbatas di pagi hari, belum merasa lapar atau menjalani intermittent fasting dimana jendela makannya jatuh di atas waktu sarapan.
Meskipun tetap memenuhi kebutuhan asupan tubuh setiap hari, sebenarnya sarapan sangat penting untuk kesehatan.
Dilansir Eat This, penelitian The Journal of Nutrition baru-baru ini mengungkapkan riset perubahan berat badan pada 65.099 wanita selama 3 tahun.
Peneliti juga memantau pola makan mereka dan menemukan bahwa 14 wanita di antaranya sarapan setiap pagi.
Setelah 3 tahun, ternyata 18,4 persen wanita mengalami kenaikan berat badan sebesar 18 pounds atau 8 kilogram.
Namun rata-rata kenaikan berat badan pada wanita yang rutin sarapan, 7 pesen lebih rendah darpada yang tidak sarapan.
Maka dari itu, sarapan berperan penting pada perubahan berat badan. Dietitian juga menyatakan bahwa sarapan satu jam setelah bangun di pagi hari bisa menjaga energi tubuh untuk beraktivitas.
Jika sarapan menggunakan makanan kaya protein, tubuh bisa membakar lebih banyak lemak dan membuatmu merasa kenyang lebih lama.
Sarapanlah sebelum berolahraga dan konsumsi makanan sehat untuk menjaga metabolisme tubuh.
Dream - Selain menjalani pola hidup sehat, pemilihan makanan dan minuman yang tepat bisa membuat berat badanmu turun lebih cepat.
Tentu saja makanan dan minuman yang dipilih harus berbahan dasar alami agar tidak menyebabkan efek samping berbahaya.
Meski sehat, konsumsi minuman yang mempermudah proses penurunan berat badan juga tetap harus diperhatikan.
Bagaimanapun juga, semua jenis makanan maupun minuman yang dikonsumsi berlebih akan berdampak buruk bagi kesehatan. Dilansir dari Eat This, berikut jenis minuman yang dapat mempermudah proses penurunan berat badan.
© © Pexels.com
Mungkin kamu sudah cukup sering mendengar bahwa teh hijau dapat membantu menurunkan berat badan dan mengurangi kadar lemak tubuh.
Teh hijau juga bersifat anti peradangan, antioksidan serta dapat meningkatkan metabolisme tubuh.
Kopi hitam
Hampir sama dengan teh hijau, kopi hitam bersifat anti peradangan, bermanfaat untuk penurunan berat badan serta menjaga kesehatan otak.
Kopi hitam juga memiliki kalori yang sangat sedikit, yaitu sekitar 5 kkal/gelas. Namun, kalori tersebut terhitung jika kamu tidak menambahkan gula atau bahan lainnya.
© © Pexels.com
Penelitian membuktikan bahwa cuka apel dapat mengurangi lemak perut. Namun, cuka apel tidak disarankan dikonsumsi terlalu banyak.
Apalagi, jika memiliki riwayat penyakit lambung. Zat asam pada cuka apel juga dapat mengikis lapisan email dan menyebabkan gigi keropos.
Air
Selain mengatasi dehidrasi, air sangat bermanfaat untuk mencegah rasa lapar palsu yang bisa meningkatkan nafsu makanmu. Minumlah air sesuai minimal 8 gelas per hari.
Kamu pun bisa mencari tahu konsumsi air yang dibutuhkan oleh tubuh agar tidak berlebihan dan justru menambah berat badan.
(Sumber: Eat This)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya