Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Liburan akhir tahun di depan mata, sementara pandemi belum ada tanda-tanda berakhir. Kasusnya malah meningkat secara signifikan. Terkait hal ini, Profesor Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Juru Bicara Pemerintah terkait COVID-19 kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota.
Baik untuk liburan, wisata atau dengan alasan mencari hiburan aau melakukan perayaan tahun baru. Berkaca pada momen libur panjang sebelumnya, lonjakan kasus Covid-19 dua hingga tiga minggu setelahnya meningkat drastis.
Kebijakan pun dibuat untuk memperketat mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun. Salah satunya dengan mewajibkan Swab Antigen bagi pelaku perjalanan.
" Pemerintah saat ini menyusun kebijakan meliputi syarat testing. Satgas menyadari peraturan ini sulit dijalankan, tapi masyarakat harus menyadari ini ditujukan untuk melindungi masyarakat dan mencegah lonjakan kasus," ungkap Profesor Wiku dalam keterangannya di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 17 Desember 2020.
Langkah paling aman saat ini demi terhindar dari Covid-19 adalah tidak melakukan perjalanan jauh. Setiap aktivitas mobilitas, akan meningkatkan risiko penularan dari mana saja, terutama jika bertemu banyak orang.
" Jika berlibur maka kita harus siap dengan risikonya, langkah paling ideal yang harus diambil masyarakat adalah tidak melakukan perjalanan jarak jauh. Masyarakat yang berasal dri zona merah, tidak direkomendasikan ke tempat lain," kata Wiku.
Batalkan Perjalanan
Prof Wiku juga menegaskan jika ada yang memiliki rencana melakukan perjalanan jarak jauh di Desember ini, maka pastikan dalam keadaan sehat. Alasan perjalanan pun sebaiknya mendesak. Ada beberapa kondisi yang membuat perjalanan wajib dibatalkan.
" Masyarakat harus membatalkan perjalanan jika sakit, suspek, berada di sekitar orang yang positif covid, sedang menunggu hasil tes covid. Kita harus melatih diri kita menjadi inividu yang bertanggung jawab," pesan Prof Wiku.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream – Tak hanya 3M, pencegahan penularan Covid-19 juga dilakukan lewat program 3T: tracing, testing, dan treatment. Kapasitas testing secara nasional di laboratorium Covid-19 sempat mencapai puncak pada Minggu lalu, sebesar 96,35 persen.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan, pencapaian tersebut merupakan angka yang sangat tinggi. Namun, testing pada minggu ini perlu menjadi bahan evaluasi karena angkanya mengalami penurunan, menjadi 81,9 persen.
Menurut Wiku, penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya penyelenggaraan pilkada serentak di sejumlah wilayah di Indonesia.
“ Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat kita sudah mendekati target dari WHO (World Health Organization) pada minggu lalu,” terang Wiku, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa 15 Desember 2020.

Penurunan testing tersebut membuat Wiku meminta pemimpin daerah melakukan evaluasi penanganan Covid-19 di daerah masing-masing, khususnya terkait testing.
Pemda diminta menemukan permasalahan yang menyebabkan testing menurun pada pekan ini.
“ Segera koordinasikan dengan Satgas di pusat jika terjadi kendala yang sulit diselesaikan,” tuturnya.
Wiku juga menjelaskan penurunan testing bisa dijadikan pelajaran bagi pemimpin daerah dalam upaya penanganan Covid-19. Supaya jangan sampai kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.
“ Upaya 3T, yaitu testing, tracing, dan treatmen, secara konsisten agar deteksi dini dan penanganan pasien covid-19 dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, bagi daerah yang sudah memenuhi target testing WHO, diimbau tetap fokus melaksanakannya.
“ Bagi daerah yang belum memenuhi target testing, agar segera meningkatkan angka testing yang targeted,” imbuhnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menjelaskan keputusan presiden mengggratiskan vaksin Covid-19 karena pertimbangan potensi timbulnya herd immunity atau kekebalan kelompok. Dengan peluang imi diharapkan pandemi dapat segera berakhir.
" Vaksin akan digratiskan untuk mencapai herd immunity dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 agar pandemi Covid-19 segera usai," ujar Wiku.
Wiku tidak memberikan penjelasan mengenai vaksin pabrikan mana yang akan diberikan untuk vaksinasi gratis. Dia mengatakan produk vaksin yang dipakai nantinya diputuskan pemerintah.
" Untuk jenis vaksin apa yang digunakan, mohon menunggu keputusan resmi dari pemerintah," kata Wiku.
Dengan digratiskannya vaksin diharapkan semakin banyak masyarakat yang bersedia mengikuti vaksinasi sehingga tujuan herd immunity dapat segera terwujud.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan vaksin Covid-19 diberikan gratis kepada masyarakat. Masyarakat tidak akan dibebankan biaya sama sekali.
Sedangkan vaksinasi sendiri dijalankan secara bertahap mulai Januari 2021. Untuk tahap pertama, vaksin diberikan kepada dokter dan perawat.
Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham