Seorang Pria Memasang Pentil Ban. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pemilik kendaraan selama ini mungkin hanya memperhatikan kembang ban atau pentil dari roda mobil atau sepeda motornya. Jarang yang memberi perhatian serius pada tutup pentil.
Bagian tutup pentil kerap diremehkan, bahkan sampai dipandang sebelah mata.
Dalam dunia otomotif bagian kendaraan ini biasa dikenal sebagai valve caps. Tahukan Sahabat Dream jika penutup pentil punya fungsi lain selain menutup bagian keluar masuk angin ban kendaraan.
Tutup penting membantu menghalangi debu dan air masuk ke celah. Kalau ban kemasukan debu dan air, karet di dalam roda ban kamu akan menjadi getas. Bagian logam juga akan berkarat.
Komponen tutup pentil ban juga menjaga tekanan udara di dalam ban tetap ideal. Rembesan udara melalui valve caps bisa tertahan dan tak langsung terbuang. Pentil yang rusak bisa membuat udara merembes ke luar.
Tekanan ban yang idel sangat penting saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Jika komponen ini hilang, tekanan udara ban akan berkurang.
Kondisi ban menjadi kurang stabil dan limbung. Tentu saja ini akan membahayakan pengemudi dan penumpang jika sedang melaju dalam kecepatan tinggi. Kawat penyangga di dalam ban akan kerja ekstra untuk menahan beban karena tekanan udara yang kurang.
Kawat ini lama-lama bisa putus. Kalau putus, ban bisa benjol, malah sampai pecah. Jika ban sudah pecah, pengemudi bisa kehilangan kendali atas kendaraan. Akibatnya, fatal. Bisa terjadi kecelakaan.
Dream – Tak dapat dipungkiri, pecah ban menjadi salah satu biang kerok kecelakaan mobil. Malah, pengemudi yang tancap gas saat ban pecah justru memperparah keadaan.
“ Mobil susah dikontrol dan berpotensi terguling atau terbalik,” kata praktisi keselamatan berkendara Safety Defensive Consultant Indonesia, Sonny Susmana, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 23 Oktober 2019.
Sonny mengatakan bahwa pecah ban terjadi karena roda kurang angin dan kondisinya tidak layak pakai.
![]()
Sebenarnya, kata dia, potensi kecelakaan karena pecah ban bisa ditekan. Syaratnya, pengemudi harus bisa menjaga kecepatan mobil di bawah 55 km per jam.
Sekadar informasi, acara ini dihadiri oleh 60 peserta dari 17 klub mobil Daihatsu di Tangerang, Pamulang, Banten, dan sekitarnya. Pelatihan yang dibuka oleh Customer Satisfaction and Value Chain Division Head Daihatsu, Yasuharu Shimizu, turut mengajarkan teknik pengereman, fokus berkendara, dan pengambilan keputusan di tengah kondisi yang kurang menguntungkan di jalan raya.
Dream – Para pengendara sepeda motor biasanya akan menambal ban tubless yang bocor menggunakan karet khusus yang telah dilapisi lem. Bahan ini memang efektif menahan kebocoran.
Tapi ada kalanya bagian yang sudah ditusuk dengan karet dan lem itu kembali bocor. Banyak pemilik tempat tubless ban biasanya menyarankan ban diganti karena menambah di titik yang sama akan percuma.
Daripada beli ban baru, pernahkan kamu mencoba menambah ban tubless dengan lem besi. Alat perekat ini ternyata bisa juga digunakan dalam kondisi darurat, lho.
Kabar baiknya, kamu bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Kamu bisa menambal ban sementara dengan modal cuma Rp3 ribu.
![]()
Cara menambalnya, cukup bersihkan ban tubless yang bocor atau terkena paku. Setelah bersih, teteskan lem besi pada bagian lubang, kemudian diamkan beberapa menit supaya lemnya kering.
Cara seperti itu biasanya sering dilakukan oleh bikers yang turing jauh dan hasilnya sangat lumayan membantu jika dalam kondisi darurat atau jauh dari bengkel tambal ban.
(Sah/ Sumber: federaloil.co.id)
Dream – Sebagai salah satunya media kontak dengan aspal, ban menjadi komponen yang sangat penting. Kekuatan ban sebenarnya terletak pada tekanan angin yang pas.
Tanpa tekanan angin, ban tak ada “ taringnya”, kecuali untuk tipe run flat tyre (RFT).
Meski jarang dipakai, kita sering tak menyadari jika tekanan angin bisa berkurang.
Dikutip dari Hyundai, Minggu 21 Juli 2019, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan angin menyelinap keluar. Tekanan angin yang kurang kadang tidak terlihat oleh mata.

Dalam keadaan normal dan ban tanpa masalah, tekanan angin ban akan tetap berkurang. Padahal, begitu tekanan angin berkurang.
Pada musim hujan, ban yang kurang angin akan sangat sulit membelah air yang dilewati. Hasilnya, kerap membuat aquaplaning, terlebih ketika kecepatan tinggi.
Berikut ini adalah penyebab ban kempes, selain tertusuk paku.
Ban memiliki pori-pori yang sangat kecil. Tekanan angin akan tetap berkurang karena ini.
Penurunan tersebut memang tidak banyak, hanya berkisar 1 psi dalam kurun waktu sebulan. Sedikit lebih tahan, gunakan angin nitrogen.
Penurunannya lebih kecil dibanding angin biasa. Maka disarankan untuk selalu melakukan pengecekan tekanan angin paling tidak sebulan sekali.
Pentil yang rusak bisa menjadi penyebab tekanan angin berkurang. Biasanya ini disebabkan ada celah yang cukup longgar untuk angin keluar.
Kerusakan pentil disebabkan oleh umur pakai dan karat. Kemungkinan lainnya adalah karet antara pentil dan pelek.
Kalau sudah terlalu lama, karet akan getas dan menjadi jalur keluar angin.
Tutup ini juga berpengaruh terhadap kempesnya ban. Kalau senang ban tanpa tutup pentil, jangan kaget kalau tiba-tiba tekanan angin berkurang.
Tekanan angin yang berkurang juga biasanya disebabkan oleh permukaan tutup yang bersentuhan dengan benda lain. Kita tidak pernah tahu apa yang mengenai pentil saat mobil berjalan.
Makanya, tutup pentil menjadi penting. Selain itu juga untuk mencegah kotoran masuk ke pentil.
Kondisi ban oke, pentil ban juga iya. Tapi, kok, tekanan angin berkurang, ya? Bagian mana yang bermasalah?
Jika mengalami ini, kamu sebaiknya mengecek velg ban. Lihatlah dengan detail apakah pelek bengkok atau ada kerusakan yang lain.
Agar bisa mengeceknya, mau tak mau kamu harus membongkar pelek.
Nah, yang ini jangan dianggap sepele. Kondisi itu menyimpan sejuta bahaya.
Benda-benda tajam seperti kerikil dan kaca bisa menancap di tapak ban dengan mudah. Kalau sudah botak, ban menjadi sangat tipis dan rentan tergores.(Sah)