Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Rasa nyeri biasanya sangat terasa pada otot setelah kita berolahraga. Terutama pada latihan pertama kali, setelah sekian lama tidak berolahraga.
Dalam beberapa kondisi, otot juga kerap mengalami rasa nyeri yang tak tertahankan meski tak berolah raga.
Mungkin Sahabat Dream merasa bingung, mengapa otot bisa mengalami kesakitan meskipun tak melakukan aktivitas fisik yang berat. Ternyata ada beberapa penyebabnya yang sering tak disadari.
Apa saja?
Kekurangan vitamin D bisa jadi penyebab munculnya nyeri otot pada tubuh. Tubuh Anda terdiri dari sel yang memiliki reseptor vitamin D di dalamnya.

" Ketika kekurangan vitamin D, otot menjadi lebih sensitif sehingga sering nyeri. Selain itu vitamin D juga dibutuhkan untuk kesehatan tulang. Kekurangan vitamin D dalam tulang akan membuat tulang menjadi lemah dan tidak bisa mendukung kesehatan otot," ujar dr. Deyo Famuboni, pakar kesehatan tulang dan peneliti dari Inggris.

Selain kekurangan vitamin D, penyebab umum dari nyeri otot adalah kurangnya zat besi dalam tubuh. Hal ini umumnya juga dialami oleh wanita ketika mereka sedang dalam periode menstruasi. Namun kekurangan zat besi ini bisa diredakan dengan konsumsi kacang-kacangan, bayam, ikan, dan telur.
Penyebab lain dari nyeri otot adalah stres. Ketika seseorang tengah stres, dilepaskan sejumlah hormon yang membuat otot-otot jadi menegang.

" Bahkan ketika stres yang Anda derita termasuk stres kronis, maka otot bisa sulit untuk digerakkan," ungkap Dr Marilyn Glenville, ahli kesehatan perempuan di Inggris.
Beberapa masalah medis atau penyakit lain bisa menyebabkan nyeri otot seperti polymyalgia rematik atau arthritis. Kebiasaan sehari-hari yang salah juga bisa menyebabkan nyeri otot seperti sering memakai tas berat atau sepatu yang tidak nyaman.
Laporan Rizky Wahyu Permana/ Merdeka.com
Dream - Duduk dalam waktu lama bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Kebiasaan buruk ini bisa membuat otot-otot bokong berhenti bekerja secara efektif.
Belinda Norton, seorang pakar kesehatan, mengatakan bahwa kulit area bokong bakal mengendur akibat duduk sepanjang hari dan otot gluteal tidak aktif.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berdampak pada postur serta berat badan dan kesehatan seseorang secara keseluruhan. Olahraga dan jalan kaki bahkan tidak cukup untuk mencegah efek merusak dari duduk terlalu lama.
" Otot gluteal (otot bokong) merupakan bagian paling penting dari semua otot rangka dalam tubuh," ungkap Belinda.
Saat duduk dalam waktu yang lama, fleksor pinggul mengencang dan mencegah aktivasi otot gluteal. " Panggul tidak bisa berputar ke depan, menyebabkan tekanan di punggung bagian bawah yang dapat menyebabkan rasa sakit," jelasnya.
Dia menambahkan duduk akan mengurangi aktivitas saraf yang terlibat dalam merangsang dan mengontraksi otot-otot.
" Praktisi kesehatan menemukan korelasi yang nyata antara kurangnya kekuatan di area gluteal ini dan sakit kronis di punggung bagian bawah, pinggul, lutut atau pergelangan kaki," tambah Belinda.
Bagi orang-orang pekerja kantoran, duduk menjadi aktivitas sepanjang hari yang tak dapat dihindari. Karena itu, jika pekerja kantoran pergi ke gym, Belinda menyarankan untuk fokus pada latihan bokong.
" Mungkin kamu bisa menggabungkan latihan kekuatan khusus lain dan menargetkan area gluteal. Ada banyak latihan sederhana yang mampu menguatkan otot gluteal tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di gym," kata Belinda.

Latihan seperti clamshell, glutebridge, deadlift, deepsquat, lunges dan step-up akan membantu mengaktifkan area gluteal. Namun Belinda tetap menyarankan untuk berkonsultasi kepada para ahli agar mendapat penjelasan dan panduan yang tepat tentang latihan-latihannya.
Selama ini banyak yang tidak menyadari bahwa gluteal yang kuat merupakan bagian integral dari kekuatan dan kestabilan seluruh tubuh. Pasalnya, bokong yang kendur tidak bisa menstabilkan panggul dan membuat postur tubuh menjadi bungkuk.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya