Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Dream - Sebelum ini kita diingatkan tentang bahaya teko elektrik di kamar-kamar hotel yang bisa menyebarkan penyakit.
Teko elektrik di kamar-kamar hotel itu konon sering digunakan untuk mencuci celana dalam, bukan untuk memasak air untuk diminum.
Akibatnya teko elektrik di kamar-kamar hotel menjadi tidak aman untuk digunakan para tamu.
Ternyata, bukan hanya teko elektrik saja yang dianggap tidak aman, bahkan seprei dan handuk hotel juga.
Pernah mendengar tentang Penyakit Menular Seksual (PMS)? Ternyata, selain melalui hubungan seks, penyakit ini bisa menular hanya dengan bersentuhan antar kulit saja.
PMS bahkan bisa menular saat melakukan transfusi darah. Jadi, wajar jika handuk dan seprei di hotel bisa dianggap sebagai media penular PMS.
Kasus penularan PMS melalui handuk dan seprei tersebut baru-baru ini terjadi di China.
Menurut laporan China Daily, handuk dan seprei tidak bersih di sebuah hotel bintang lima di Beijing diduga menjadi penyebab penularan PMS.
Seorang pakar penyakit menular di sana mengatakan PMS dapat ditularkan melalui handuk yang terkontaminasi. Dia menambahkan bahwa bakteri pada seprei juga bisa menyebabkan masalah gastrointestinal seperti diare.
Pendapat tersebut dibenarkan oleh seorang pakar di Singapura yang menyatakan kontak dengan seprei dan handuk di hotel bisa menyebabkan gastroenteritis (flu perut) dan terinfeksi PMS.
Dr Leong Hoe Nam, dokter penyakit menular di Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena menjelaskan bahwa beberapa PMS dapat disebarkan oleh seprei dan handuk yang terkontaminasi.
Semakin lembab permukaan bahan atau lingkungan sekitarnya, semakin kuat bakteri bertahan hidup.
Menurutnya, PMS seperti gonore bisa bertahan dalam handuk hingga 24 jam. Sementara klamidia yang terdeteksi pada permukaan plastik bisa bertahan hingga 45 menit.
Sedangkan virus genital, yang menyebabkan herpes dan dapat ditularkan melalui kontak non-seksual, bisa bertahan hingga dua jam di luar tubuh manusia.
Perlu diketahui, ada beberapa jenis PMS. Situs WebMD mengatakan beberapa jenis bakteri PMS di antaranya adalah klamidia, gonore, dan sifilis.
Sementara virus PMS di antaranya adalah HIV, herpes, kutil kelamin (Human Papilloma Virus/HPV), dan Hepatitis B.
Namun, kata Dr Leong, kita setiap hari menghirup bakteri dan virus yang menempel di seprei dan handuk.
" Mereka terdapat di mana-mana. Mereka dapat bertahan hidup di benda mati selama 24 jam. Dan ketika Anda membalik atau membersihkan selimut dan seprei, Anda malah membuat proses transmisinya menjadi lebih efektif. Ketika Anda bernapas, maka virus dan bakteri itu akan masuk ke tubuh," jelas Dr Leong.
Namun Richard Khaw, Asisten Direktur (Ilmu Pangan & Farmasi) di Singapore Nanyang Polytechnic School of Chemical & Life Sciences, memberikan penjelasan yang cukup menyejukkan.
" Kecuali seprei atau handuk telah kotor oleh hajat atau cairan tubuh lainnya seperti muntah - yang biasanya terlihat oleh mata telanjang - maka risiko terkena gastroenteritis menjadi sangat rendah," katanya.
Dia juga percaya tingkat penularan herpes dan gonore melalui kontak permukaan eksternal rendah.
Meskipun demikian, Khaw menyarankan untuk berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan kamar tidur dan kamar mandi.
Sebab, ada juga risiko terkena bakteri Staph yang menular dari kulit yang terinfeksi, terutama bila Anda memiliki luka terbuka.
" Contohnya Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) yang bisa menular melalui benda mati yang digunakan secara bersama-sama," pungkas Khaw.
(Sumber: asiaone.com)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha