Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Dan Anak/ Sumber: Shutterstock
Dream - Masa pandemi membuat banyak ibu merasa kesulitan untuk membagi waktu antara pekerjaan kantor, pekerjaan rumah dan quality time bersama anak. Meskipun secara fisik berada di rumah, ibu belum tentu fokus hadir secara penuh untuk buah hati.
Padahal, melakukan bonding time dengan anak adalah hal yang wajib dilakukan setiap hari. Hal ini akan meningkatkan hubungan berkualitas dengan anak sekaligus me time.
Tidak melulu harus spesial dan mewah seperti staycation di hotel, makan bersama di restoran mewah atau berwisata. Ada banyak cara untuk melakukan bonding time dengan si kecil. Mulai dari hal kecil seperti rutinitas makan bersama atau membaca bersama kala di rumah.

“ Bonding time tidak harus selalu ada persiapan khusus, sediakan waktu 10-15 menit saja dan fokus bermain dengan anak. Lakukan hal-hal sederhana saja seperti makan bersama, main bersama dan mendengarkan si kecil,” jelas Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psikolog, pada acara virtual Hari Penuh Cinta Cussons Bintang Kecil 2021, Oktober 2021.
Saat mendengarkan anak bercerita, fokuskan padangan ibu ke mata si kecil. Hal ini akan membuat anak merasa dihargai dan diterima

“ Buat mereka nyaman, diterima, dihargai sehingga anak bisa terlatih mengungkapkan perasaannya,” tambah Vera.
Membiasakan anak bercerita juga akan membuat si kecil lebih percaya diri dan berani mengungkapkan perasaannya.
Memang gadget menjadi hal yang menyenangkan bagi ibu. Semua hal informatif dan menghibur bisa diakses. Tapi jangan sampai tetap fokus ke gadget saat main dengan si kecil.

“ Paling mudah bonding dengan anak adalah menikmati permainan dengan anak, singkirkan dulu HP ya dan fokus main bareng untuk bonding time dengan anak,” ujar Vera.
Buatlah momen bermain bersama menjadi ritual dalam keseharian dimana dapat terbangunnya kedekatan dan kehangatan melalui kontak intens dengan anak.
“ Hal ini ternyata dapat membuat anak merasa aman dan tenang di masa-masa sulit sekali pun,” ungkap Vera.
Mendukung bonding time ibu dan anak, Cussons Indonesia menghadirkan sarana untuk orang tua dalam memberikan ruang gerak anak yang edukatif sekaligus mengabadikan momen kebersamaan keluarga di masa pandemi.
Serangkaian workshop skala kecil dan besar dihadirkan melalui platform Instagram Live dan Vidio.com mengenai metode pendampingan kepada anak pun yang lebih beragam. Ini diharapkan dapat memaksimalkan proses tumbuh kembang si kecil.

“ Melalui CBK 2021, Cussons berharap dapat terus mendampingi proses tumbuh kembang anak, serta memberikan metode pendampingan baru yang edukatif kepada para orang tua,” ujar Seila Pramadania Sativa, Brand Manager Cussons Kids Indonesia pada kesempatan yang sama.
Seila menambahkan bahwa pendampingan edukatif ini sangat penting untuk membentuk dan meningkatkan kreativitas mereka guna perkembangan mental, sosial, dan emosi sang anak di masa pandemi. (mut)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya