Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mengukur Berat Badan. (Source: Shutterstock)
Dream - Terlepas dari pola makan yang tepat serta gaya hidup sehat, ternyata keberhasilan diet juga bergantung pada beberapa hal lain. Salah satunya adalah cara menimbang berat badan.
Biasanya, menimbang berat badan disarankan untuk dilakukan pada pagi hari atau saat bangun tidur. Pasalnya, kamu belum mengonsumsi apapun. Tapi menurut Dokter Gizi, Shiela Stefani, mengukur berat badan bisa dilakukan kapanpun. Namun, intensitasnya yang harus diperhatikan.
" Memang cairan tubuh akan lebih sedikit di pagi hari. Jadi, berat badan paling ringan ada di pagi hari. Tapi kalau sudah menimbang di pagi hari, jangan ditimbang lagi di waktu lain," jelasnya dalam peluncuran HaloDiet oleh Halodoc, Selasa 14 Juni 2022.

Foto: Shutterstock
Kamu bisa mengukur berat badan di sore atau malam hari secara rutin di waktu yang sama agar mendapatkan pengukuran yang tepat. Adapun intensitas yang disarankan oleh Shiela untuk menimbang berat badan adalah seminggu sekali.
" Mengukur berat badan bisa menyebabkan stres. Makanya, mengukur berat badan setiap hari tidak disarankan. Minimal seminggu sekali untuk mengurangi stres," tuturnya.

Foto: Shutterstock
Di samping mengurangi stres, pengukuran berat badan menggunakan timbangan tidak selamanya tepat. Hal ini dikarenakan perkembangan tubuh yang akan semakin sulit turun berat badan ketika mendekati postur ideal.
" Buat orang yang lagi diet, mungkin sebulan pertama berat badannya turun drastis. Tapi, nanti semakin susah turunnya" . Meski berat badan semakin sulit turun, namun lemak tubuh bisa saja berkurang.
Pasalnya, berat lemak lebih ringan daripada air. Namun, lemak dapat membuat tubuh terlihat lebih gempal. Sehingga, tidak heran jika tubuh yang tampak lebih kurus belum tentu mengalami penurunan berat badan.
Jika ingin mengetahui perkembangan dietmu, disarankan untuk memakai timbangan yang dapat menjelaskan komposisi tubuh. Kamu juga bisa mengukur lingkar beberapa area tubuh, seperti perut, paha, dan pinggul.
" Karena kalau ukuran lingkarnya berkurang, berarti lemaknya turun. Kalau dietnya bagus, lingkar tubuh akan turun juga," tutup Shiela.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya