AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Foto: (girlsjustwannahaveguns.com)
Dream - Penderita diabetes sering kali dipusingkan dengan konsumsi makanan agar gula darahnya tidak naik. Karena itu mereka mangalami kesulitan untuk memilih makanan seperti apa yang harus dikonsumsi.
Menurut Ketua Indonesia Nutrition Association, Luciana B Sutanto, sebenarnya pola makan penderita diabetes tidak jauh berbeda dengan orang normal lainnya.
" Sebetulnya sama prinsipnya. Mengacu pada gizi seimbang semua," ucap Luciana B Sutanto saat ditemui di peluncuran Apta Glukofit di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan.
Menurut Luciana praktik awam untuk penderita diabetes makan teratur sehari tiga kali, dengan makan besar, kecil, besar dengan makanan selingannya tiga kali.
Makan pagi misalnya roti dengan sayuran dan telur, untuk selingannya boleh minum susu.
" Makan siang lengkap, nasi, sayuran, lauk dan buah, selingan bisa memilih Kue atau sayuran, buah. Sedangkan makan malam bisa mie dengan sayur dan lauk juga bisa, selingannya malam boleh susu," urai Luciana.
Sementara untuk konsumsi gula pada penderita diabetes, menurut Luciana boleh dikonsumsi tapi tidak boleh dalam jumlah yang banyak.
" Gula boleh dikonsumsi tapi tidak boleh terlalu banyak. Biasanya anjurannya mudah gula boleh dikonsumsi dalam makanan buah dan sayuran tapi tidak ekstra dalam membuat minuman," terang Luciana.
Tak hanya itu, Luciana memberikan pesan bagi penderita diabetes sebaiknya makanan utamanya ada sayur dan menghindari makanan indeks gligamiknya tinggi.
" Makanan utamanya harus ada sayur pilih karbohidrat komplek. Hindari makanan indeks gligamiknya tinggi dalam jumlah banyak seperti minuman kopi bergula, donat, biskuit yang tidak berserat," jelasnya. (Ism)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli