Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Satgas Covid-19 Mencatat Tren Penurunan Kasus Baru Di Indonesia
Dream - Satgas Penanganan Covid-19 mencatat tren penurunan penambahan kasus positif sepanjang Januari Hingga Maret 2021. Penurunan ini bukan muncul karena berkurangnya angka testing Covid-19.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan angka testing Covid-19 selama period etersebut justru sudah sesuai standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni sebesar 1:1000 orang per minggu atau 276 ribu orang per minggua.
" Terkait itu, dengan angka testing yang cukup baik akhir-akhir ini, jumlah kasus yang terdeteksi positif nyatanya menurun," ujar Wiku mengutip laman Covid19.go.id
Dari data yang dipelajari, Wiku memastikan penularan COVID-19 yang saat ini cukup rendah disebabkan menurunnya laju penularan.
Sambil menunjukkan grafik perkembangan jumlah orang yang diperiksa (testing), jumlah kasus positif dan positivity rate mingguan, Wiku menjelaskan Indonesia setiap minggunya berusaha konsisten meningkatkan jumlah testing COVID-19.
Meski diakui intensitasnya sempat mengendur pada minggu pertama Februari, pemerintah secara konsisten terus berusaha meningkatkan angka testing setiap minggunya.
Melihat perkembangan angka testing di Indonesia, angka testing nasional telah menyentuh angka ideal standar global yang ditetapkan WHO, yakni pada minggu kedua Maret hingga saat ini. Pencapaian ini diraih dengan upaya yang terus menerus dan berkesinambungan, dengan tidak membiarkan adanya penurunan angka testing setiap minggunya.

Wiku mengingatkan, perkembangan di Indonesia ini menjadi kabar baik. Karena di tengah badai peningkatan kasus yang terjadi di dunia, Indonesia malah mampu bertahan selama 2 bulan terakhir dengan jumlah kasus yang tidak meningkat.
Namun Wiku mengingatkan Indonesia dalam waktu dekat akan menghadapi tantangan yakni libur panang paskah dan Idul Fitri. Satu-satunya cara untuk menjawab tantangan ini bagi masyarakat dengan tidak bepergian dan berkumpul, meskipun berkumpul adalah tradisi bangsa Indonesia.
" Ingat, untuk dapat mencapai titik ini tidak sedikit nyawa berguguran, waktu yang termakan serta harta yang dihabiskan," pesan Wiku.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya