Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menkes Terawan
Dream - Pemerintah Indonesia akhirnya melakukan finalisasi pembelian vaksin Covid-19 di Republik Rakyat Tiongkok. Pada 10 Oktober lalu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Duta Besar RI Djauhari Oratmangun dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir bertemu dengan pimpinan perusahaan produsen vaksin Covid-19 yaitu Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac.
Diperkirakan pada November 2020, vaksin sudah siap dan bisa digunakan. Menteri Kesehatan Terawan menguraikan bahwa persiapan detail untuk program vaksinasi ini terus dilakukan. Nantinya vaksin diprioritaskan untuk kelompok tertentu.
“ Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedic, pelayanan publik, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik” kata Menkes Terawan, dikutip dari Maritim.go.id.
Menkes dan jajarannya telah menyiapkan program vaksinasi Covid-19 dan mengambil langkah untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia dan akan segera melakukan simulasi di beberapa puskesmas. Sejak akhir September 2020 juga telah dilaksanakan pelatihan kepada tenaga kesehatan mengenai tata cara vaksinasi Covid-19.

Terawan juga menegaskan bahwa para garda terdepan dan yang tidak mampu secara ekonomi akan dibayarkan vaksinnya oleh Pemerintah " mereka yang di garda terdepan dan peserta Penerima Bantuan Iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh Pemerintah," ungkap Terawan.
Sumber: Maritim.go.id
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Para peneliti menyebut bahwa berdasarkan uji klinis tahap awal vaksin Covid-19 eksperimental yang dikembangkan oleh Institut Biologi Medis China, di bawah Akademi Ilmu Kedokteran China, aman.
Uji klinis Tahap 1 melibatkan 191 partisipan sehat berusia 18 hingga 59 tahun. Suntikan vaksin eksperimental pada kelompok tersebut tidak menunjukkan reaksi negatif yang parah, kata Institut melalui dokumen yang diunggah di jurnal pracetak medRxiv, Selasa lalu.

Reaksi negatif yang paling umum dialami oleh partisipan, yaitu nyeri ringan, sedikit kelelahan dan kemerahan, serta gatal dan bengkak di bekas suntikan. Vaksin eksperimental itu juga memicu respons imun.
" Semua data yang diperoleh dari uji klinis ini mendukung keamanan dan imunogenitas dari vaksin inaktif ini dan juga mendorong riset lebih lanjut mengenai keampuhan vaksin tersebut ke depannya," bunyi dokumen tersebut.
China menyuntik ratusan ribu pekerja esensial dan kelompok lainnya yang dianggap sangat berisiko dengan vaksin lainnya, bahkan saat uji klinis belum sepenuhnya rampung, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan para ahli.
Sedikitnya empat vaksin eksperimental buatan China kini sedang dalam uji klinis tahap akhir.
Sumber: Channel News Asia
Dream – Harapan mengenai ketersediaan vaksin virus corona mulai menunjukkan titik terang. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa vaksin segera tersedia pada akhir tahun ini.
" Saat ini dunia membutuhkan vaksin untuk menangani pandemi. Ada harapan bahwa vaksin akan siap akhir tahun ini," ujar Ghebreyesus.
Klaim Ghebreyesus mengenai kesediaan vaksin menjadi angin segar bagi seluruh dunia. Namun WHO belum menjelaskan secara rinci vaksin jenis apa yang nantinya akan disiapkan di akhir tahun.
Jika dilihat dari perkembangannya, setidaknya kini ada 9 vaksin eksperimental yang sudah disiapkan WHO untuk vaksin global COVAX. Rencananya WHO akan mendistribusikan 2 miliar dosis vaksin pada akhir tahun 2021 mendatang.
Menurut Profesor Adam Finn dari University of Bristol, kesediaan vaksin berpotensi mengakhiri pandemi secara langsung. Namun di awal, vaksin akan didahulukan bagi kelompok usia rentan.
“ Vaksin harus didahulukan untuk orang tua, dan kelompok pekerja rentan, seperti tenaga medis,”ujar Profesor Finn, yang juga anggota Joint Committee on Vaccination and Immunisation (JCVI).
Menuruti anjuran JCVI, Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock juga akan melakukan tindakan serupa.
Klaim Hancock kembali dipertegas oleh Ketua Satgas Vaksin Inggris, Kate Bingham. Dirinya menjelaskan bahwa vaksin massal tidak diperuntukkan bagi seluruh populasi penduduk Inggris.
" Vaksin tersedia khusus untuk pasien dewasa di atas usia 50 tahun, para tenaga medis dan staf pelayanan yang rentan terpapar COVID-19,”tegasnya.
Sumber Mirror
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya