Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Banyaknya penduduk atau wisatawan muslim yang tersebar di seluruh dunia jadi perhatian khusus banyak negara perihal kehalalan baik destinasi wisata maupun sajian kulinernya.
Hal itu juga jadi acuan Kementerian Luar Negeri Vietnam dengan Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (MARD) guna mempromosikan Vietnam sebagai negara yang wajib didatangi sebagai destinasi liburan.
Vietnam pun menggelar konferensi terkait mempromosikan kerja sama internasional dalam mengembangkan industri halal Vietnam pada Selasa, 28 Juni 2022 lalu.
Lewat konferensi ini, pemerintah Vietnam ingin menilai situasi dan prospek industri halal yang ada di Vietnam saat ini.
Sekaligus, membahas cara mempromosikan kerja sama dan pemanfaatan sumber daya internasional untuk memperluas perusahaan Vietnam dalam produksi rantai pasokan dan layanan halal di seluruh dunia.
Dalam acara tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam, Pham Quang Hieu mengungkapkan Vietnam memiliki potensi dan keuntungan yang besar untuk meningkatkan industri halal dan menegaskan pemerintah Vietnam juga memberikan perhatian khusus terkait hal ini.
© Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Vietnam sendiri memiliki produk pertanian yang sudah memenuhi standar kebersihan dan keamanan makanan, serta persyaratan sertifikasi halal, bahkan disukai umat Islam.
Namun, berdasarkan beberapa perwakilan dari daerah dan bisnis, Vietnam masih menemukan kesulitan dalam memproduksi dan mengekspor produk halal karena kurangnya informasi tentang pasar, standar halal, serta tingginya biaya jalur produksi.
Begitu juga tentang mekanisme promosi perdagangan yang belum dimiliki Vietnam untuk produk halal, serta menghadapi persaingan ketat dari banyak negara yang memiliki struktur ekspor serupa.
Dalam konferensi ini juga, Pham Quang Hieu mengatakan kalau Vietnam diberikan rekomendasi untuk memanfaatkan kerjasama dan sumber daya internasional terutama dengan negara muslim dan ASEAN, untuk mendukung pengembangan profuk layanan halal, sehingga dapat berpartisipasi dalam pasar halal global.
Sumber: Halal Times
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?