Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Video soal cara membersihkan virus Covid-19 saat menjalani isolasi mandiri di rumah beredar di aplikasi percakapan WhatsApp. Video itu sudah dibagikan ratusan kali di sejak beberapa waktu lalu.
Dalam video berdurasi dua menit, 54 detik tersebut terdapat seorang wanita bernama dr. Mery Sulastri. Ia menjelaskan bahwa jumlah kuman terbanyak saat isolasi mandiri adalah di nasofaring dan orofaring saluran pernafasan.
Ia pun menyarankan untuk cuci hidung dengan cairan antiseptik untuk menghilangkan kuman tersebut.

Ia juga menyarankan berkumur dengan obat kumur untuk membersihkan rongga mulut dari virus. Selain itu, ia juga menyarankan untuk menggunakan nasal spray untuk menghilangkan virus Covid-19 di rongga hidung.
Ia juga menyarankan untuk latihan pernapasan dengan menggunakan cairan antiseptik untuk mengeluarkan udara kotor di paru-paru.
Lalu benarkah cara membersihkan virus corona covid-19 seperti yang disampaikan di video?
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menghubungi dr. RA Adaninggar, SP.PD. Dia menjelaskan klaim di video tersebut tidak benar.
" Pernyataan soal kuman terbanyak di nasofaring dan orofaring salah besar. Virus Corona covid-19 terbanyak ditemukan di paru-paru manusia," ujar dr. Ning saat dihubungi Cek Fakta Liputan6.com, Selasa 9 Februari 2021.
" Hasil uji klinis terbaru menunjukkan penggunaan obat kumur dan spray hidung yang mengandung povidon iodine tidak berpengaruh terhadap penurunan jumlah virus di nasofaring. Ini merupakan update dari penelitian sebelumnya yang menunjukkan cairan povidon iodine dengan konsentrasi 0,5 persen bisa menginaktivasi virus corona covid-19 dalam 15 detik," kata dr Ning menambahkan.
Dr. Ning pun menjelaskan menerapkan protokol kesehatan merupakan jalan terbaik untuk mencegah Covid-19.
" Hingga sekarang kumur hidung povidon iodine belum terbukti dapat mencegah, mengobat, dan membuat swab PCR cepat negatif. Justru konsentrasi terlalu tinggi antiseptik bisa merusak mukosa hidung yang malah merusak barrier mukosa hidung, malah risiko virus masuk," ujarnya.
" Povidon iodine berisi yodium jadi ada kemungkinan gangguan fungsi tiroid jika dilakukan terus-menerus. Penggunaannya bukan untuk jangka panjang dan maksimal lima hari saja."
Sementara untuk penyembuhan dari Covid-19 bukan hanya berdasar pada hasil negatif saat tes swab PCR saja.
" Swab PCR negatif belum tentu sembuh karena harus disesuaikan dengan gejala klinis dan perjalanan alamiah masa menular penyakit covid-19. Sebaliknya seseorang juga bisa saat swab PCR hasilnya positif terus karena PCR bisa mendeteksi virus yang inaktif juga, jadi bukan sakit terus."
Video yang berisi cara membersihkan Covid-19 di rumah adalah tidak benar.
Sumber: liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya