Norma Hauri dan Abaya di Hari Raya

Reporter : Amrikh Palupi
Senin, 30 Mei 2016 10:31
Norma Hauri dan Abaya di Hari Raya
Semua dimulai dari ketidaksengajaan. Membuat busana hijab sendiri karena sulit dapat pakaian yang sesuai, Norma Hauri mencetak sukses. Mereknya semakin terkenal. Ini kisahnya.

Dream - Kebutuhan akan busana yang sulit ditemukan membawa Norma Moi ke panggung dunia desainer. Siapa sangka, dari pengalaman pribadinya itu, Norma Moi kini dikenal sebagai salah satu desainer busana hijab yang karyanya diminati banyak orang.

Kisah ini dimulai saat ibu dari Hauri ini mendesain busana untuk ia kenakan sendiri. Sudah beberapa kali, Norma tak bisa mendapatkan busana hijau yang sesuai dengan signature dirinya.

Berawal dari keisenganya, ternyata desain dan karyanya hijabnya mendapat sambutan ramai. Norma mulai memberanikan diri membuat brand Hauri Collezione. Hauri adalah nama anaknya perempuannya yang berarti perempuan surga ciptaan Allah SWT. Sedangkan Collezione adalah bahasa Italia yang artinya koleksi.

Perjalanannya menjadi desainer cukup panjang, ia harus kembali belajar menjadi seorang desainer dan menyelesaikan pendidikan dunia mode di Esmod pada 2009. Titik awalnya dimulai pada 2012. Saa itu, Norma Moi tampil untuk pertama kalinya dengan label Norma Hauri di ajang Indonesia Islamic Fashion Fair.

Kini, brand Norma Hauri dikenal banyak pihak dan mensejajarkan dirinya dengan desainer hijab yang berprestasi lainnya. Ditemui usai melakukan parade bersama desainer Indonesia Fashion Forward pada gelaran Pesona Ramadhan Fashion Delight, Norma Moi memberikan sedikit bocoran mengenai koleksi yang akan dikeluarkan untuk ramadan lebaran tahun 2016.

Di ajang Pesona Ramadhan Fashion Delight, kapan Norma Hauri akan fashion show?
Aku akan memamerkan koleksi pada 28 Mei. Kali ini mengangkat koleksi Hauri dari Norma Hauri yang berbentuk Abaya.

Kenapa memilih item Abaya?
Aku memilih bentuk desain Abaya, karena biasanya ketika Ramadan banyak orang yang open house dan menghadiri acara tersebut. Tentunya mereka akan makan-makan dan bersilaturahmi, jadi membutuhkan busana yang longgar dan tidak mengganggu pergerakan.

 Norma Hauri dan Abaya di Hari Raya© foto: koleksi Norma Hauri

(foto: koleksi Norma Hauri)

Tema yang diangkat apa?
La Manzanera. Aku terinspirasi dari Ricardo Bofill. Seorang arsitek dan aku tertarik banget hasil karyanya sebuah bangunan. Dimana bangunannyaa warna-warni. Itu keren banget.

Kenapa memilih tema ini?
Awalnya aku searching di instagram. Jadi ada satu brand yang aku suka. Brand ini dipakai di satu gedung. Gedungnya keren dan warna warni. Aku cari tahu. Bikin campaign gimana dan sebagainya.

Lalu, kali ini bermain warna-warni?
Iya, benar, memang biasanya aku mengeluarkan koleksi dengan warna-warna gelap. Seperti hitam, putih dan abu-abu. Sekarang memberanikan diri menghasilkan warna-warna cerah.

Apakah koleksi warna-warni ini merupakan pertama kali?
Ya, meskipun ini pertama kalinya mengeluarkan warna yang berbeda. Bisa dibilang tidak menggunakan warna warna yang bisannya aku gunakan. Tetapi, ternyata ketika aku sudah post di instagram. Alhamdulilah sambutannya bagus. Klienku seneng juga.

 Norma Hauri dan Abaya di Hari Raya© foto: koleksi Norma Hauri

(foto: koleksi Norma Hauri)

Total ada berapa look yang dipersiapkan untuk koleksi ramadan lebaran?
Ada 12 look

Lalu, bahan apa yang digunakan?
Gabardine. Karena pencuciannya gampang. Treatment bahannya gampang kusut, ringan dan tidak panas.

Perbedaan desainnya seperti apa?
Ada ornament payet tapi tidak terlalu banyak. Kekuatan dipakai di siang hari.

Berapa lama yang persiapan yang dilakukan untuk koleksi ini?
Sebetulnya sudah lama sekali, ketika mempersiapkan Jakarta Fashion Week 2016, aku juga mempersiapkan koleksi ini. Namun kesempatannya untuk menampilkan belum ada, jadi di sini sepertinya menjadi moment yang pas untuk ditampilkan. Koleksi ini juga bisa dipakai ketika lebaran.

Apakah ada kesulitan dalam membuat koleksi?
Karena customer kita usia yang sudah matang, aku harus mikirin siluet tertentu, kebanyakan warna terang bikin gemuk. Jadi gimana caranya pakai warna cerah tapi tidak terlihat gemuk. Itu saja tantangannya.

Apakah responnya bagus? Pelanggan sudah ada yang membeli?
Melalui sosial media, mereka sudah memesan, kalau di sini sudah beberapa yang terjual di booth. Abaya yang koleksi baru juga sudah beberapa terjual. Alhamdulillah.

 

1 dari 1 halaman

Tidak Ngoyo yang Penting Happy

Mengenai omzet, bagaimana tahun lalu omzet penjualan? 
Omzet tahun lalu signifikan. Kalau tahun ini belum bisa berhitung karena baru mulai, jadi belum bisa memberikan data yang nyata. Tapi kalau dilihat dari antusiasnya, sepertinya juga akan bagus, semoga lebih baik dari tahun lalu.

Adakah peningkatan omzet dari tahun lalu? 
Sekitar 60 persen. Biasanya satu hari 30 pasang, sekarang bisa sampai 50 pasang. Di hari menjelang Lebaran biasanya lebih dari 50 pasang.

Optimis tahun ini omzet meningkat? 
Optimis harus. Aku bilang insya Allah akan ada peningkatan. Karena kemarin sempat ikut Australia Award, menggambarkan negara ekonomi yang sedang tinggi. Nah di Indonesia salah satunya dan ekonomi kita lagi bagus saat ini. Jadi aku optimis.

Apakah ada target penjualan?
Tidak. Karena akan membebani pihak produksi. Kita melakukan dengan tidak 'ngoyo', santai tidak grasak-grusuk, yang penting happy. Karena kasihan kalau ditekan bagian produksi, aku tidak tega.

Apakah akan mengeluarkan brand baru? 
Bukan brand baru sebenarnya, namun di bulan Ramadan seperti tahun sebelumnya kami akan mengeluarkan koleksi dari Hauri Girl.

Untuk koleksi ready to wear, apakah akan mengeluarkan juga? 
Rencana sebenarnya sudah ada tapi kendalanya para desainer cari penjahit yang memiliki kualitas bagus. Rencana itu sebenarnya ada. Insya Allah akan ada koleksi ready to wear dari kami. 

Beri Komentar