7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Pulau Cinta Gorontalo (Shutterstock.com)
Dream - Pandemi Covid-19 menjadi pengalang utama bagi perkembangan sektor pariwisata. Kondisi ini terjadi di hampir semua daerah di Indonesia.
Di sisi lain, teknologi seolah menjadi jawaban atas kondisi ini. Muncullah wisata virtual yang belakangan menjadi tren dalam sektor pariwisata khususnya di Indonesia.
CEO Atourin, Benarivo Triadi Putra, menjelaskan selama 2020 pihaknya telah menggelar 159 wisata virtual. Sebagian besar lokasi merupakan destinasi wisata lokal di Indonesia.
" Selama 2020 ada sebanyak 1.555 peserta wisata virtual yang didominasi laki-laki dan anak muda usia 17-30 tahun," ujar Benarivo dalam konferensi pers virtual pada Senin, 25 Januari 2021.
Benarivo menilai wisata virtual sangat potensial untuk dikembangkan. Karena itulah, Atourin selaku perusahaan teknologi berbasis pariwisata bergabung dengan United Cities and Local Governments Asia Pasicif (UCLG ASPAC).
Lewat program tersebut, Atourin memberikan pelatihan kepada 100 pelaku wisata di Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Gorontalo. Para peserta mendapatkan materi pelatihan mebuat tur virtual serta digital marketing, melatih skill dan pemahaman akan tren wisata virtual yang sangat berbeda dengan wisata luring.
" Kami menyiapkan 10 virtual traveling di Sulsel dan Kota Gorontalo pada Februari 2021 yang dilakukan oleh peserta pelatihan. Ini sifatnya gratis," kata Benarivo.
Lebih lanjut, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong pelaku wisata untuk mampu menyelenggarakan tur virtual dengan baik. Juga dapat menjadi alternatif pemasukan di tengah pandemi Covid-19.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?