7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebanyak 18 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga melarikan diri dari kelompok ISIS dipulangkan ke Tanah Air. Mereka datang melalui Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, menumpang pesawat Qatar Airways QR-956.
Menurut keterangan Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan BHI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, belasan orang terduga anggota ISIS tersebut sudah diketahui berada di Ain Issa dan Kobane, Suriah, sejak Juni 2017.
" Kemlu mengetahui data diri berdasarkan laporan yang diterima dari keluarga pada Agustus 2015," kata Lalu dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, mengaku belum mendapat kabar terbaru dari 18 WNI tersebut.
Dilansir dari laman Merdeka.com, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul, sebelumnya mengatakan 18 WNI yang diketahui keluar dari Suriah itu telah dibawa oleh Densus 88 ke Mako Brimob Depok. Pihak Densus 88 akan melakukan pemeriksaan dan profiling latar belakang mereka.
Berikut nama-nama 18 WNI yang kembali dari Suriah. Beberapa nama sengaja Dream samarkan karena berada di bawah usia 17 tahun.
1. Heru Kurnia kelahiran Jakarta, 12 Juli 1962
2. Dwi Djoko Wiwoho kelahiran 15 Juli 1967
3. Febri Ramdani kelahiran 19 Februari 1994
4. Sulthan Zufar Kurniaputra kelahiran Jakarta, 5 Januari 1999
5. Mohammad Raihan Rafisanjani kelahiran Jakarta, 2 Oktober 1999
6. Fauzakatri Djohar Mastedja kelahiran Padang 28 April 1959
7. Sita Komala kelahiran 4 Januari 1961
8. Ratna Nirmala kelahiran Jakarta, 9 September 1966
9. Lasmiati kelahiran Ngawi, 29 Juli 1975
10. Difansa Rachmani kelahiran Tanjung Redud, 21 Maret 1986
11. Intan Permanasari Putri kelahiran Jakarta, 13 September 1989
12. Syarafina Nailah kelahiran Jakarta, 26 Februari 1996
13. Nurshadrina Khairadhania kelahiran 6 April 1998
14. TAQ kelahiran 4 Oktober 2004
15. MHA kelahiran 12 Oktoner 2011
16. MAA
17. MSA kelahiran 26 Januari 2014
18. MKA kelahiran 26 Februari 2004
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?