Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Pria Kebumen Berangkat Haji Berpeda Onthel Didoakan Oleh Keluarga Tetangga Sekampung. (dok. Facebook Andre Nauval/Muhamad Ridlo)
Dream - Dua pria asal Kebumen, Jawa Tengah, Khudori dan Nurudin, akhir April 2018 lalu membuat heboh. Khudori dan Nurudin ingin berangkat haji dengan cara bersepeda ontel.
Tetapi, niat dan kerja keras Khudori dan Nurudin harus terhenti di Batam, Kepulauan Riau. Mereka tak dapat keluar dari wilayah Indonesia lantaran tak mengantongi visa dari negara tujuan, Arab Saudi.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen, Imam Thobroni, mengatakan, keinginan Khudori dan Nurudin berangkat haji terbentur skema perjanjian yang dibuat Indonesia dan Arab Saudi.
" Saya belum memperoleh laporan itu. Tapi, yang jelas, ibadah haji harus melalui jalur resmi," ucap Thobroni, kepada Liputan6.com, diakses Kamis, 5 Juli 2018.
Usai niatnya batal, dua pria itu kembali pulang dengan pesawat terbang. Rabu, 30 Mei 2018, mereka tiba di kampung halamannya, Kebumen.
Usai gagal berangkat menggunakan sepeda ontel, Khudori mendaftarkan diri berhaji ke Kemenag Kebumen, dengan jalur keberangkatan reguler. Meski gagal berangkat dengan sepeda, dia tak bersedih.
Kepala Desa Roworejo, Amir Syarifudin, mengatakan, aktivitas harian Khudori tak berubah. " Pak Khudori kan punya tanah. Bertani, rajin sekali," kata Amir.
Disela-sela aktivitasnya, Khudori juga mengisi waktu dengan mengajari warga belajar agama. Dari anak-anak yang belajar membaca Iqra dan Alquran, hingga orang-orang tua yang memperdalam ilmu agama.
Amir mengatakan, Khudori mengajarkan agama kepada tanpa bayaran sepeser pun. Tanpa honor.
Kebiasaan bersepeda Khudori memang telah dikenal warga sekitar. Dia kerap terlihat bersepeda saat berkunjung ke pesantren atau berziarah ke makam ulama di berbagai daerah.
Sumber: Liputan6.com/ Muhammad Ridlo
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya