Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Jemaah Haji Sedang Menjalankan Ibadah (Foto: Shutterstock)
Dream - Jemaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dilepas Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Kamis, 5 Juli 2018. Dalam sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono XI, jemaah haji diminta untuk memanfaatkan kesempatan ibadah haji untuk beribadah.
“ Tidak semua orang mendapatkan kesempatan berhaji, maka kami minta seluruh jemaah dapat memanfaatkan untuk beribadah sebaik-baiknya,” pesan Gubernur dibacakan Paku Alam X, dikutip Dream dari laman Kemenag Yogyakarta.
Sementara itu untuk petugas haji yang mendampingi jemaah, Sri Sultan berpesan agar melayani jemaah semaksimal mungkin.
“ Sampaikan informasi dengan sebenar-benarnya untuk memberikan ketenangan kepada jemaah dan keluarga di Tanah Air,” ujar dia.
Calon jemaah haji asal DIY tahun ini sebanyak 3.131 jemaah haji. Dari jumlah itu, 25 diantaranya ialah petugas daerah.
Jemaah haji DIY terbagi dalam 9 kelompok terbang (kloter) yakni kloter 21 hingga 29 SOC.
“ Jika dilihat dari tahun pendaftaran, rata-rata yang berangkat tahun ini telah mendaftar sejak 2011 lalu, jumlahnya lebih dari 50 persen,” ujar Kepala Kanwil Kemenag, DIY Muhammad Lutfi Hamid.
Hamid mengatakan, daftar antrean di DIY mencapai 20 tahun. Artinya, jemaah yang mendaftar di tahun ini akan berangkat pada 2038.
Hamid menuturkan, jemaah haji yang tertua dari DIY bernama Juminem Amat Rejo, yang beralamat di Gedongan Lor, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Selain Juminem, ada
Sapari Kromo Dreyo yang beralamat di Sindo, Selomartani, Kalasan, Sleman.
“ Sedangkan jemaah termuda berumur 20 tahun, yakni Nabila Azizah Herdiansari beralamat di Pilahan Permai Rejowinangun Yogyakarta dan Adib Arsyakh Sunandar dengan alamat Kadirojo Purwomartani Kalasan Sleman,” ujar dia.
Seluruh jemaah haji DIY akan masuk asrama haji Donohudan, Boyolali, pada Minggu, 22 Juli 2018 hingga Rabu, 25 Juli 2018. Mereka diperkirakan tiba di Surakarta mulai Senin 3 September 2018 hingga Kamis, 6 September 2018.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam