Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
25 Tahun Kabur Gegara Takut Disunat, Pria Di Klaten Akhirnya Pulang, Ibu Nangis Sampai Pingsan (Instagram @undercover.id)
Dream - Pria berinisial Ag (35), warga Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah (Jateng), yang kabur dari rumah karena takut disunat akhirnya pulang ke keluarganya.
Ag yang telah meninggalkan rumah selama 25 tahun selama ini tinggal di Pasar Kepek, Sewon, Bantul. Ia dirawat oleh sejumlah pedagang pasar yang iba terhadapnya.
Oleh para pedagang, Ag sudah dianggap seperti keluarga mereka. Selama puluhan tahun, pedagang Pasar Kepek kompak merawat pria tersebut.
Kekompakan pedagang itu terlihat ketika mengantar Ag pulang ke Klaten pada Rabu, 25 Januari 2023.
Dikutip dari harianjogja.com, beberapa pedagang tak kuasa menahan tangis setelah mempertemukan Ag dengan ibu kandung serta keluarganya.
Mereka juga membawakan berbagai barang milik Ag. Salah satunya satu stoples bekas wadah sosis berisi uang milik Ag. Uang itu dikumpulkan Ag dari pemberian para pedagang maupun pembeli di Pasar Kepek.
Sejumlah pedagang mengatakan ketika kali pertama datang ke Pasar Kepek, Ag hanya memakai seragam Pramuka. Kala itu, dia masih SD.
“ Warga pasar yang jumlahnya 150 orang tidak ada yang tidak sayang. Semuanya sayang dengan Mas Ag,” kata salah satu pedagang, Miya.
Ag selama ini tidak bekerja di pasar. Dia hanya beraktivitas di pasar tersebut. Ag juga dikenal jujur. Rasa iba menggerakkan warga Pasar Kepek bersama-sama merawat Ag.
Warga mencukupi kebutuhan makan hingga pakaian. Ketika Ag sakit, warga pasar membawa Ag ke pelayanan kesehatan.
Bahkan, sejumlah pedagang membawa membawa bekal nasi yang kemudian dicarikan sayur serta lauk untuk Ag.
“ Dari rumah saya biasanya bawa nasi. Sampai di pasar saya belikan sayur serta lauk tahu kesukaannya. Saya tunggu dia makan sampai minum obat,” kata pedagang lain, Sarjiyati.
Belakangan, Ag dibawa ke puskesmas setempat dan didiagnosa mengidap diabetes dan mengalami luka pada kakinya.
Warga pasar yang kebingungan ketika ingin memeriksa Ag ke rumah sakit, lantas menghubungi salah satu Youtuber yang kerap mengurusi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
“ Mas Ag itu tidak punya KTP. Kalau tidak punya KTP sulit untuk dibawa periksa ke rumah sakit. Kemudian kami menghubungi Mbak Sinyo Official,” kata Tri.
Warga Pasar Kepek selama ini tak tahu persis dari mana Ag berasal. Saat ditanya alamat asalnya, Ag menjawab dari Klepu, Wonosari.
Namun, warga pasar tak mengetahui secara persis di mana rumah pria yang menghilang selama 25 tahun tersebut.
Hingga ketika video Ag diunggah di Youtube, ada tetangga keluarga Ag yang menonton video itu.
Lantaran mirip dengan wajah seorang anak asal desanya yang menghilang sejak 25 tahun lalu, warga itu kemudian menghubungi keluarga Ag.
Dibantu warga, keluarga menghubungi pemilik channel Youtube yang menayangkan video Ag.
Setelah dilakukan pencocokan identitas serta ciri-ciri, ada kesamaan orang yang hilang 25 tahun lalu dengan Ag yang tinggal di Pasar Kepek.
Alhasil, Ag bisa dipertemukan dengan keluarga.
Sang ibunda, Am, menmenceritakan Ag merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Ag pergi dari rumah pada 1998 saat berumur 10 tahun.
Saat ini, Ag berumur sekitar 35 tahun. Keluarga menduga saat itu Ag pergi tanpa pamit karena takut akan disunat. Awalnya, Ag pergi berdua dengan teman sekampungnya.
Beberapa waktu kemudian, teman Ag itu ditemukan di Stasiun Solo Balapan. Sementara Ag tak diketahui keberadaannya dan disebut-sebut saat itu berpisah dengan temannya naik kereta api dari Stasiun Solo Balapan.
“ Saya mencari ke mana-mana. Sampai Jogja, Stasiun Balapan Solo, serta Brebes. Saya dikuatkan bahwa suatu saat anak saya pasti pulang ke rumah,” kata Am.
Am mendapatkan kabar keberadaan putra ketiganya dari kakak Ag. Dia bersyukur Ag selama ini dirawat oleh warga Pasar Kepek Bantul.
“ Alhamdulillah, senang banget matur nuwun banget. Anak saya sudah dirawat,” kata Am.
View this post on Instagram
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

