Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ahli Agama yang juga menjabat Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Ishomuddin, berpendapat sikap keagamaan yang diambil Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas pernyataan Basuki Tjahaja Purnama kurang tepat. Sikap tersebut justru memicu kasus dugaan penistaan agama terhadap Ahok semakin membesar.
" Pendapat dan sikap keagamaan MUI jadi pemicu permasalahan ini," kata Ishomuddin saat memberikan keterangan di ruang sidang Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa 21 Maret 2017.
Selain itu, tambah Ishomuddin, sikap keagamaan MUI kemudian dijadikan dasar orang-orang untuk melaporkan Ahok kepada polisi.
" Menjadi dasar yang diajukan ke Bareskrim, bahwa Pak Basuki melakukan penghinaan terhadap dua hal, Alquran, Surat Al-Maidah Ayat 51. Menghina orang yang mengucapkan, karena menurut MUI ulama," ucap dia.
Ishomuddin lantas berpendapat, seandainya MUI tidak mengeluarkan sikap keagamaan tersebt, maka kasus Ahok tidak akan seramai sekarang.
" Saya berpendapat, karena itu (sikap keagamaan MUI), tersebar hingga terbentuk GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) MUI. Enggak semakin besar (kalau tidak ada sikap keagamaan MUI), enggak akan ada demo besar seperti di Monas," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya