Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Foto: Istimewa
Dream - Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Kairo (OIAA) Cabang Indonesia akan menggelar konferensi Internasional Moderasi Islam di Nusa Tenggara Barat. Event yang berlangsung pada 26-29 Juli 2018 itu mengangkat tema "Moderasi Islam dalam Perspektif Ahlussunnah wal Jama`ah".
Ketua Umum OIAA, Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi mengatakan, kegiatan ini akan diikuti oleh 400 peserta dari 21 negara.
Menurut TGB, tema soal moderasi Islam sangat krusial dibahas dan harus dikedepankan di tengah situasi fenomena takfir (pengkafiran) yang sebenarnya dimulai oleh kelompok khawarij di masa lalu.
"Saat ini masih banyak dianut oleh kelompok Islam garis keras yang bisa dikategorikan sebagai ‘khawârijul `ashr’ (khawarij modern),” ujar TGB dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 20 Juli 2018.
TGB menyebut, fenomena mengkhafirkan orang atau kelompok lain yang tidak sependapat itu dapat memecah belah persatuan umat Islam serta menggangu stabilitas keamanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Wasathiyah Al-Islam juga menjadi pesan inti dari Bogor Message yang dihasilkan oleh Ulama dan Cendekiawan muslim dunia. Hal ini juga sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo dalam pembukaan KTT Cendekiawan Muslim dunia yang digelar di Istana Bogor tersebut,” ucap dia.
Ia menjelaskan wasathiyah adalah sebuah metode berpikir, berinteraksi dan berperilaku yang didasari atas sikap tawazun (seimbang) dalam menyikapi keadaan perilaku yang dimungkinkan untuk dianalisis dan dibandingkan, sehingga dapat ditemukan sikap yang sesuai dengan kondisi dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran agama dan tradisi masyarakat.
Wasathiyyah Islam, lanjutnya, mencerminkan ajaran Islam yang ramah dan damai seperti mengajarkan toleran dalam menyikapi keragaman, memberi kemudahan dalam beragama, memahami realitas kondisinya masyarakat, terbuka dalam interaksi dengan terhadap agama dan peradaban lain, tidak gampang-gampang mengkafirkan orang lain, selama masih mengucapkan dua kalimat syahadat dan salat menghadap kiblat yang sama.
(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
