Anak Buah Jadi Tersangka Korupsi Migor, Mendag: `PR Kami Belum Selesai`

Reporter : Nabila Hanum
Jumat, 22 April 2022 12:00
Anak Buah Jadi Tersangka Korupsi Migor, Mendag: `PR Kami Belum Selesai`
Mendag mengaku terkejut dan prihatin dengan penetapan tersangka pada salah satu dirjennya yang diduga telah mengizinkan ekspor minyak goreng di saat terjadi kelangkaan di dalam negeri.

Dream - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi akhirnya buka suara terkait penetapan status tersangka anak buahnya dalam kasus korupsi perizinan ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah (korupsi minyak goreng).

Mendag mengaku terkejut sekaligus prihatin atas kejadian tersebut. Terlebih, tersangka korupsi itu merupakan pejabat golongan PNS tertinggi atau eselon I, yakni Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana.

" Menanggapi terjeratnya salah satu pejabat Kemendag, saya terkejut dan prihatin. Saya sampaikan pada internal Kementerian Perdagangan dan masyarakat terkait perkembangan terakhir," kata Lutfi dikutip dari Instagram resminya, Jumat 22 April 2022.

Mendag memastikan akan mendukung langkah hukum yang dimbil Kejagung terhadap bawahannya tersebut apabila terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

" Kami mendukung proses peradilan dan penegakan hukum yang sedang berjalan. Kami akan selalu kooperatif dan suportif dalam membantu tugas para penegak hukum," ujar Lutfi.

Unggahan itu juga berisi penegasannya bahwa masalah minyak goreng bisa teratasi sepenuhnya, pekerjaan rumah masih belum selesai. Diketahui persoalan utama yang dihadapi pemerintah adalah mahalnya harga minyak goreng kemasan. Sementara minyak goreng curah yang disubsidi pemerintah masih mengalami kelangkaan di banyak daerah.

Dengan pengungkapan para tersangka, Mendag berharap akan menjadi titik terang dari upaya pemerintah mengatasi permasalahan utama, yakni isu kelangkaan minyak goreng.

" Sampai isu ini sepenuhnya teratasi, pekerjaan rumah kami masih belum selesai," ujar Lutfi.

1 dari 2 halaman

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Mafia Minyak Goreng, Ini Respons Jokowi

Dream - Jokowi meminta Kejaksaan Agung terus mengusut tuntas kasus kelangkaan minyak goreng. Hingga saat ini, sudah empat orang ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut.

“ Kemarin dari Kejaksaan Agung sudah menetapkan empat tersangka urusan minyak goreng ini dan saya minta diusut tuntas sehingga kita bisa tahu siapa ini yang bermain ini bisa mengerti,” kata Jokowi, dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Kamis 21 April 2022.

Walaupun pemerintah telah menyalurkan bantuan berupa bantuan langsung tunai alias BLT, Jokowi menilai minyak goreng masih menjadi masalah di tengah masyarakat. Dia menyinggung harga minyak goreng yang terbilang masih tinggi dan berharap bisa mendekati normal.

“ Kita ingin harganya yang lebih mendekati normal. Jadi memang harganya tinggi, karena apa? Harga di luar, harga internasional itu tinggi banget sehingga kecenderungan produsen itu penginnya ekspor karena memang harganya tinggi di luar,” ujar presiden bernama lengkap Joko Widodo itu.

2 dari 2 halaman

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyoroti soal harga eceran tertinggi (HET) di pasaran yang belum sesuai. Kebijakan yang telah dibuat untuk menetapkan HET minyak goreng curah serta subsidi ke produsen dinilai belum berjalan efektif.

“ Di pasar, saya lihat minyak curah banyak yang belum sesuai dengan HET yang kita tetapkan. Artinya, memang ada permainan,” tegasnya.

Empat tersangka yang terlibat dalam kasus kelangkaan minyak goreng adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana. Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau, Stanley MA.

Kemudian, General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas, Togar Sitanggang, dan Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor.

Beri Komentar