Anies Baswedan Di Teluk Jakarta (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berjanji akan menggalakkan penghentian pencemaran Jakarta. Upaya ini diharapkan bisa membantu meminimalisir pencemaran di lautan sekaligus mempertahankan mata pencaharian masyarakat sekitar.
Selama ini, kerang hijau hasil perairan Teluk Jakarta memang kurang diminati. Penyebabnya, banyak pihak menduga kerang tersebut mengandung merkuri akibat pencemaran.
Hal ini telah menjadi momok bagi para nelayan Teluk Jakarta. Meski anggapan ut belum terbukti benar, persoalan ini telah menjadi penghalang bagi nelayan untuk mendapatkan penghasilan.
" Kita memang mengakui pencemaran di Teluk Jakarta sudah terlanjur parah," ujar Anies di Jakarta.
Anies berkomitmen memperbaiki lingkungan dengan meminimalisir limbah industri maupun rumah tangga yang mengalir ke sungai. Memutus aliran limbah dari hulu merupakan solusi terbaik meminimalisir pencemaran di lautan.
" Nanti kami akan buatkan aturan yang lebih tegas untuk melarang pembuangan limbah yang sembarangan," kata Anies.
Lebih lanjut, Anies mengatakan pencematan laut Jakarta tidak hanya berdampak pada produksi kerang hijau. Lebih dari itu, kata dia, pencemaran juga berdampak pada kesehatan warga pesisir.
" Dengan memperbaiki lingkungan teluk, maka kesehatan warga juga akan membaik," kata Anies.(Sah)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?



Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global