Anies Baswedan Memakai Akik (Facebook/Anies Baswedan)
Dream - Pemilihan Gubernur DKI Jakarta berjalan dengan sangat panas. Sejumlah intimidasi kerap muncul dari pihak-pihak tertentu.
Menyadari hal ini, senator DPD asal DKI Jakarta Fahira Idris menginisiasi kelahiran 'Bang Japar' yang merupakan kependekan dari Kebangkitan Jawara dan Pengacara. Bang Japar adalah program pengawasan Pilgub DKI berbasis ponsel.
Fahira mengatakan sejumlah 'jawara' berpakaian khas Betawi warna hitam, syal putih, name tag, dan peci. Mereka akan ditempatkan di sejumlah TPS dan dibekali senjata canggih, ponsel.
" Jika jawara bawanya golok, maka kami tidak membawa senjata tajam, cukup dengan ponsel," ujar Fahira.
Fahira mengatakan ponsel memiliki pengaruh sangat besar. Ponsel tersebut nantinya akan menjadi media pengaduan jika terjadi tindak kecurangan.
" Mereka dapat dengan cepat melaporkan adanya tindak kecurangan Pilgub DKI seperti adanya intimidasi hanya dengan bermodal rekaman ponsel," kata Fahira.
Fahira membentuk tim Bang Japar untuk mengawal Pilgub DKI. Alasannya, Fahira menerima banyak sekali keluhan dari warga DKI terkait adanya intimidasi.
Salah satunya seperti intimidasi yang dilakukan Iwan Bopeng di TPS 27 Kelurahan Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur. " Iwan Bopeng hanya orang yang beruntung terekspose media, karena menurut laporan yang saya terima ada 400 kejadian intimidasi di seluruh Jakarta," kata Fahira.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?



Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global