Bantuan Sembako di Jabodetabek Diubah Jadi BLT

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 30 Desember 2020 06:01
Bantuan Sembako di Jabodetabek Diubah Jadi BLT
Penyaluran tidak lagi lewat kantor pos namun diantarkan ke alamat penerima.

Dream - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menyatakan pemerintah kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Khusus untuk masyarakat Jabodetabek, paket bantuan sembako pada 2021 diganti dengan Bantuan Langsung Tunai.

" Untuk wilayah Jabodetabek yang tahun ini menggunakan skema sembako, bantuan berupa sembako akan diubah menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT)," ujar Muhadjir usai rapat kerja terbatas pada Selasa, 29 Desember 2020.

Penyalurannya, kata Muhadjir, akan diantarkan oleh PT Pos Indonesia ke rumah setiap penerima bantuan. Sehingga para penerima manfaat tidak perlu datang ke kantor pos untuk mengambil bantuan.

" Karena kalau datang ke kantor pos kita khawatirkan nanti timbul kerumunan," kata Muhadjir.

 

1 dari 4 halaman

Dilarang untuk Beli Rokok

Muhadjir mengingatkan masyarakat menggunakan bantuan dari pemerintah, khususnya BLT, dengan mematuhi pedoman yang disusun oleh Kementerian Sosial. Di antaranya untuk memenuhi kebutuhan pokok atau pangan.

" Yang lebih penting lagi, Bapak Presiden tadi sudah wanti-wanti, untuk tidak digunakan membeli rokok," ucap dia.

Lebih lanjut, penyaluran bantuan dimulai serempak pada awal Januari 2021. Diharapkan para penerima manfaat sudah dapat menerima bantuan.

" Baik yang disalurkan oleh PT Pos maupun bank-bank yang ditunjuk pemerintah, bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara)," kata Muhadjir.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 4 halaman

Risma: Bantuan Tunai Jangan untuk Beli Rokok, Akan Kami Awasi!

Dream - Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyatakan sebanyak 18,8 juta masyarakat akan mendapatkan Bantuan Pangan Non-Tunai dari Pemerintah Pusat. Bantuan ini diberikan selama satu tahun disertai bantuan tunai sebesar Rp200 ribu per bulan.

Tetapi, Risma menegaskan tidak akan ada lagi penggunaan dana bantuan untuk pembelian rokok. Kementerian Sosial akan memantau penggunaan dana bantuan yang diterima masyarakat.

" Tidak ada lagi untuk pembelian rokok. Kami akan pantau," ujar Risma usai rapat kabinet terbatas pada Selasa, 29 Desember 2020.

Untuk pemantauan, Kemensos akan menyiapkan alat khusus yang akan digunakan pada Februari 2021. Alat tersebut berfungsi memantau transaksi yang dilakukan para penerima bantuan.

" Alat untuk kami akan mengetahui belanja apa yang akan, dengan uang itu dibelanjakan untuk apa saja," kata Risma.

Risma sangat berharap tidak ada penggunaan dana bantuan untuk pembelian rokok. Sebab dapat berpengaruh terhadap rencana yang sudah disusun pemerintah.

" Jangan kemudian karena beli rokok dan kemudian menjadi sakit," ucap Risma.

3 dari 4 halaman

Bantuan Sosial Tunai

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan program Bantuan Sosial Tunai dengan penerima mencapai 10 juta di seluruh Indonesia. Bantuan ini disalurkan lewat PT Pos Indonesia dengan alokasi sebanyak 300 ribu penerima manfaat setiap bulan.

" Itu diberikan Pemerintah Januari, Februari, Maret, April, selama 4 bulan. Jadi tidak utuh selama 1 tahun," kata Risma.

Dia pun kembali menegaskan akan ada kontrol ketat untuk penggunaan dana bantuan tersebut. Ini demi mencegah penyelewengan dana bantuan di masyarakat.

" Sekali lagi kami juga akan lakukan untuk kontrol pembeliannya. Kami akan buatkan edaran untuk belanja apa saja yang bisa digunakan," terang Risma.

 

4 dari 4 halaman

PKH

Pemerintah juga akan menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan dengan penerima manfaat sebanyak 10 juta disalurkan oleh Himbara (Himpunan Bank Milik Pemerintah). Alokasi bantuan ini untuk ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang difabilitas dan lanjut usia.

Bantuan akan disalurkan setiap tiga bulan sekali selama satu tahun. Tahap pertama diberikan pada Januari, tahap kedua April, tahap ketiga Juli, dan tahap keempat pada Oktober.

Lebih lanjut, Risma menegaskan atas instruksi Presiden, tidak ada lagi pembelian rokok dengan dana bantuan. Pihaknya akan menyusun mekanisma untuk mencegah transaksi tersebut.

" Kami akan bicarakan, kalau mekanisme itu terjadi kami akan lakukan evaluasi untuk penerima bantuan. Karena sekali lagi jangan sampai bantuan ini untuk kesehatan namun kemudian ada masalah karena digunakan untuk rokok," kata Risma.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar