Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bayi (Shutterstocj)
Dream - Kejadian langka seputar penularan virus Covid-19 baru saja dilaporkan pemerintah Meksiko. Otoritas kesehatan Meksiko melaporkan telah menemukan tiga bayi kembar terjangkit virus corona sesaat setelah mereka lahir.
Dilansir laman BBC, otoritas kesehatan Meksiko menyatakan kasus ini tidak pernah terjiadi sebelumnya. Hingga kini, tim peneliti masih belum mengetahui secara pasti bagaimana ketiga bayi kembar tersebut dapat terjangkit virus Covid-19 saat lahir.
Juru bicara Komite Keamanan Kesehatan San Luis Potosi juga membenarkan penularan virus corona pada tiga bayi kembar yang baru lahir belum pernah terdeteksi di mana pun.
Makin menambah kebingungan, Sekretaris Kesehatan Meksiko, Monica Liliana Rangel Martinez menyatakan bahwa kasus ini mustahil terjadi.
" Mustahil bagi mereka terinfeksi pada saat kelahiran," ucap Martinez.
Untuk menguak sumber penularan virus tersebut, orang tua bayi disebutkan sedang menjalani pemeriksaan uji Covid-19 sebagai bagian dari penyelidikan. Meski hasilnya belum diumumkan, tetapi pihak berwenang mensinyalir orang tua bayi kemungkinkan positif terpapar Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala.
Sementara itu, kasus Virus Corona pada bayi yang baru lahir memang sangat langka. Meski begitu, ahli berpendapat bahwa bayi yang tertular virus setelah lahir kemungkinan lebih dulu melakukan kontak dengan individu terinfeksi COVID-19.
Selain itu, Virus Corona juga mungkin diturunkan di dalam rahim dari ibu ke bayi melalui plasenta.
Peneliti AS dari Yale School of Medicine misalnya, baru-baru ini melaporkan kasus infeksi plasenta pertama yang diketahui memiliki Virus Corona. Namun, disebutkan pula bahwa ketika infeksi benar-benar terjadi, risiko penularan terhadap ibu dan bayi tetap cenderung rendah.
Sebagai catatan, Meksiko sendiri memiliki lebih dari 185 ribu kasus virus korona dan 22.584 kematian sejak kasus pertama dikonfirmasi pada 28 Februari lalu.
(Sah, Sumber: BBC)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya